BERITA TERKINI
Pemkab Bantul Luncurkan Aplikasi Satriya KDMP untuk Digitalisasi Koperasi Desa

Pemkab Bantul Luncurkan Aplikasi Satriya KDMP untuk Digitalisasi Koperasi Desa

Pemerintah Kabupaten Bantul meluncurkan aplikasi Satriya KDMP sebagai langkah mendorong pengelolaan koperasi yang lebih tertib dan modern berbasis digital. Aplikasi ini dikembangkan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bantul dan diperkenalkan dalam acara di Gedung Induk Lantai III, Kompleks Parasamya, Kamis (19/02/2026).

Ketua Satgas Percepatan Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Bantul, Fenty Yusdayati, menyampaikan hingga saat ini telah terbentuk 75 KDMP di seluruh wilayah Bantul. Satgas percepatan juga telah dibentuk di tingkat kabupaten maupun kalurahan.

Menurut Fenty, seluruh koperasi yang terbentuk telah difasilitasi pengurusan legalitas, seperti NPWP dan NIB. Dengan demikian, 100 persen KDMP di Bantul disebut telah memiliki badan hukum.

Ia menambahkan, berbagai upaya pendampingan telah dilakukan, mulai dari pendidikan dan pelatihan, penjajakan kerja sama dengan calon mitra, hingga pembentukan forum komunikasi KDMP Bantul. Monitoring dan evaluasi juga dilakukan bersama Satgas Kabupaten dan Kementerian Dalam Negeri, termasuk penyiapan aplikasi Satriya KDMP serta koordinasi pembangunan gerai koperasi.

Staf Khusus Menteri Koperasi RI, Ambar Pertiwiningrum, mengapresiasi capaian tersebut. Ia menilai Bantul berhasil membentuk KDMP secara menyeluruh sekaligus menghadirkan inovasi digital yang dinilai dapat memperkuat tata kelola koperasi di tingkat desa.

Sementara itu, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menegaskan pengembangan KDMP membutuhkan kolaborasi seluruh elemen. Ia menyebut transformasi digital sebagai langkah strategis untuk memodernisasi pengelolaan koperasi, mulai dari manajemen anggota hingga layanan keuangan berbasis sistem daring.

“Ini membutuhkan sinergi kuat dari semua pihak untuk mengembalikan sistem ekonomi sesuai cita-cita para pendiri bangsa. Gagasan Presiden ini harus kita dukung, dan di Bantul telah kami tindak lanjuti dengan kebijakan agar KDMP memiliki basis anggota yang kuat. Untuk menjamin akuntabilitas, kami menghadirkan aplikasi Satriya KDMP yang akan digunakan di seluruh koperasi desa,” ujarnya.

Bupati menjelaskan, aplikasi Satriya KDMP dilengkapi fitur manajemen keanggotaan digital, sistem simpan-pinjam terintegrasi, pengelolaan unit usaha berbasis point of sales, serta laporan keuangan otomatis yang dapat dipantau secara real-time. Sistem ini juga terhubung dengan layanan pemerintah seperti BPJS, OSS, hingga SIMKOPDES.

Ia menambahkan, digitalisasi diharapkan meningkatkan efisiensi operasional, transparansi, dan akuntabilitas koperasi. Kemudahan akses layanan bagi anggota juga diyakini dapat mempercepat inklusi keuangan dan mendorong pertumbuhan usaha mikro di tingkat desa.

“Digitalisasi ini tidak hanya mempermudah pengelolaan, tetapi juga diharapkan mampu memperkuat kontribusi koperasi terhadap perekonomian desa secara keseluruhan,” pungkasnya.