BERITA TERKINI
Peluncuran Internet Rakyat dan Momentum Piala Dunia Dorong Sentimen Positif Saham Solusi Sinergi Digital (WIFI)

Peluncuran Internet Rakyat dan Momentum Piala Dunia Dorong Sentimen Positif Saham Solusi Sinergi Digital (WIFI)

PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge tengah mendapat sejumlah sentimen positif, mulai dari peluncuran program IRA – Internet Rakyat hingga kolaborasi penayangan Piala Dunia 2026.

Pada 26 Mei 2026, WIFI melalui anak usahanya PT Telemedia Komunikasi Pratama meluncurkan IRA – Internet Rakyat secara serentak di Regional-1 yang mencakup Pulau Jawa, Maluku, dan Papua. Infrastruktur IRA saat ini didukung lebih dari 550 site aktif per 26 Mei 2026, serta 3.189 radio units yang telah terinstal dan beroperasi di lebih dari 82 kota dan kabupaten di wilayah tersebut.

Di sisi lain, WIFI juga memanfaatkan euforia Piala Dunia 2026. Dalam momentum ini, WIFI bersama PT Folago Global Nusantara Tbk (IRSX) dan TVRI berkolaborasi untuk menyiarkan ajang sepak bola tersebut. Telemedia turut menghadirkan program promo Grand Launching berupa gratis layanan IRA selama tiga bulan, gratis menonton Piala Dunia melalui aplikasi FolaPlay, serta kemudahan aktivasi digital lewat aplikasi IRA dan FolaPlay.

Equity Research Analyst BRI Danareksa Sekuritas, Kafi Ananta, menilai promosi tersebut dapat menjadi alat akuisisi pelanggan yang kuat. Namun, ia mengingatkan bahwa kontribusi pendapatan secara struktural berpotensi terealisasi lebih lambat atau bersifat backloaded.

Menurut Kafi, risiko utama yang perlu dicermati adalah kemungkinan tingginya tingkat penghentian pelanggan (churn) setelah masa promosi berakhir. Ia juga menilai potensi monetisasi masih dibatasi oleh pembangunan jaringan yang masih berada pada tahap awal, dengan jumlah BTS aktif sekitar 550 unit dibanding target 5.500 BTS pada 2026.

Sejalan dengan itu, BRI Danareksa Sekuritas menurunkan proyeksi pendapatan fixed wireless access (FWA) sebesar 24% menjadi Rp 749 miliar. Sementara proyeksi pendapatan fiber to the home (FTTH) dipertahankan di Rp 2,1 triliun, sehingga total pendapatan WIFI pada 2026 diproyeksikan mencapai Rp 3,8 triliun. BRI Danareksa Sekuritas juga mempertahankan rekomendasi beli untuk WIFI dengan target harga Rp 4.100 per saham.

Dari sisi kinerja, per Maret 2026 WIFI membukukan pendapatan usaha bersih Rp 783,56 miliar atau tumbuh 238,37% secara tahunan. Pada periode yang sama, laba bersih tercatat Rp 164,50 miliar.

Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Aditya Prayoga, menyebut kinerja kuartal I-2026 tersebut sejalan dengan ekspektasinya, ditopang pertumbuhan topline yang sangat signifikan. Ia menilai sektor telekomunikasi masih menjadi motor utama pertumbuhan WIFI, sementara segmen wholesale mulai memberikan tambahan sumber pendapatan baru.

Meski demikian, Aditya mencermati adanya tekanan margin yang mulai terlihat pada kuartal I-2026, seiring perubahan komposisi pendapatan dan fase awal implementasi strategi ekspansi perusahaan. Ia menilai tekanan margin tersebut masih bersifat transisional dan belum mengubah prospek pertumbuhan jangka menengah. Phintraco Sekuritas pun mempertahankan pandangan positif terhadap prospek WIFI.