BERITA TERKINI
PDM Cilacap Gelar Bimtek SatuMu untuk Percepat Aktivasi di Cabang dan Ranting

PDM Cilacap Gelar Bimtek SatuMu untuk Percepat Aktivasi di Cabang dan Ranting

Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Cilacap menggelar bimbingan teknis (bimtek) penggunaan aplikasi Satu Data Muhammadiyah (SatuMu) di Gedung Dakwah PDM Cilacap, Ahad (8/3). Kegiatan ini diikuti 162 agen atau verifikator SatuMu dari tingkat ranting dan cabang.

Bimtek tersebut digelar untuk mendukung target agar minimal 80 persen cabang dan ranting dapat mengakses dan mengaktifkan SatuMu pada Maret 2026. Dalam pelatihan, peserta mendapat pemaparan Sistem Informasi Manajemen (SIM) SatuMu, praktik penginputan data Direktori Organisasi Muhammadiyah (DOM), serta simulasi alur pendaftaran e-KTAM.

Salah satu peserta, Compress Martoyo selaku agen/verifikator dari PCM Cilacap Utara, menyampaikan bahwa pihaknya telah memiliki pemahaman sebelumnya sehingga lebih siap saat mengikuti bimtek. Ia menilai aplikasi SatuMu mudah digunakan dan menyebut PCM Cilacap Utara telah mulai masuk ke aplikasi dengan pendekatan “jemput bola” informasi ke Pimpinan Daerah. Menurutnya, pengelolaan data anggota menjadi hal penting dan perlu dimulai dari validasi data di tingkat ranting.

Pemateri Anisa Khoerul Amanati dari Tim SatuMu Muhammadiyah Software Lab (LabMu) mengapresiasi semangat peserta. Ia menilai peserta terbuka dan sabar mengikuti rangkaian pelatihan, serta berharap aktivasi SatuMu di Cilacap dapat mencapai 100 persen. Anisa juga menegaskan dukungan agen/verifikator terhadap program SatuMu dan mendorong warga Muhammadiyah di Cilacap untuk segera bermigrasi ke e-KTAM.

Sholihin dari Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Medkom PWM Jawa Tengah yang mengawal implementasi SatuMu menyebut peserta terlihat siap menerima materi dan aktif selama kegiatan. Ia turut mengapresiasi PDM Cilacap atas penyelenggaraan bimtek dan berharap percepatan aktivasi SatuMu dapat tercapai, minimal 80 persen untuk ranting dan cabang.

Ketua panitia kegiatan yang juga Ketua MPI PDAM Cilacap, Supriyanto, menjelaskan bimtek bertujuan meningkatkan kesadaran serta kemampuan pengurus dalam mengelola data organisasi. Ia menilai penerapan SatuMu dapat mempermudah pengelolaan data anggota sekaligus mendorong transparansi dan akuntabilitas organisasi.

Sementara itu, Tim SatuMu yang juga Sekretaris PDM Cilacap, Khaerul Anwar, menyampaikan bimtek menjadi bagian dari percepatan agar ranting dan cabang dapat segera masuk ke aplikasi SatuMu. Ia menyebut target 80 persen cabang dan ranting diharapkan siap mengelola data organisasi melalui SatuMu, dan optimistis pelatihan ini membantu kesiapan peserta.

Dalam rangkaian materi, pemateri juga menjelaskan pembuatan e-KTAM sebagai syarat pokok bagi agen atau verifikator, serta panduan untuk mulai menggunakan aplikasi SatuMu. Khaerul Anwar turut menyampaikan apresiasi kepada PCM Cilacap Utara yang dinilai sejak awal aktif mengurus penggunaan SatuMu dan cepat menangkap informasi serta rutin berkoordinasi dengan PDM. Ia berharap langkah itu dapat menjadi contoh bagi PCM lainnya.

Apresiasi juga disampaikan kepada PCM yang mengikutkan seluruh rantingnya dalam bimtek, seperti PCM Majenang, Dayeuhluhur, dan Kampung Laut. Menurut panitia, antusiasme tersebut diharapkan mempercepat penguasaan aplikasi SatuMu di tingkat paling bawah.

Selain pemaparan materi dan praktik langsung, kegiatan juga diisi sesi tanya jawab. Dalam pelatihan ini turut dihadirkan proses verifikasi identitas serta layanan administrasi pendukung untuk implementasi sistem digital Persyarikatan.

PDM Cilacap berharap bimtek dapat mempercepat penerapan SatuMu di tingkat cabang dan ranting sehingga pengelolaan data anggota dan struktur organisasi Muhammadiyah berjalan lebih tertata dan terintegrasi. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya Muhammadiyah memperkuat transformasi digital organisasi agar sistem pengelolaan data dapat diterapkan secara efektif hingga tingkat terbawah.