Palo Alto Networks merampungkan akuisisi terhadap Portkey, perusahaan yang dikenal sebagai pionir AI Gateway. Langkah ini ditujukan untuk memperkuat Prisma AIRS, sekaligus menjadikan AI Gateway sebagai control plane yang membantu perusahaan mempercepat inovasi kecerdasan buatan dengan tingkat kepercayaan yang lebih tinggi.
Akuisisi tersebut dilakukan di tengah pergeseran penggunaan AI di dunia bisnis, dari chatbot sederhana menuju agen AI otonom yang mampu mengeksekusi perintah secara mandiri. Namun, peningkatan adopsi ini juga memunculkan apa yang disebut sebagai trust gap atau kesenjangan kepercayaan, yang dinilai dapat membawa risiko seperti kebocoran data sensitif serta pembengkakan biaya operasional.
Dalam pengembangan ini, AI Gateway milik Portkey akan digunakan sebagai sistem komando pusat untuk mengawasi lalu lintas aktivitas AI di lingkungan perusahaan. Teknologi ini dirancang untuk memantau, mengatur, dan mengorkestrasi interaksi agen AI secara real-time, serta mengarahkan perintah ke model yang dianggap paling efisien.
Selain itu, AI Gateway juga disebut memiliki kemampuan memantau penggunaan token digital untuk membantu pengendalian anggaran terkait biaya komputasi. Melalui lapisan perlindungan saat operasional berlangsung (runtime protection), sistem ini ditujukan untuk mendeteksi dan memblokir perilaku AI yang menyimpang atau berbahaya sebelum menimbulkan kerugian.
Palo Alto Networks menyatakan Portkey memiliki arsitektur yang dirancang untuk mengamankan implementasi AI dalam skala besar, termasuk kemampuan memproses triliunan token dengan proses instalasi yang praktis. Kemampuan tersebut kemudian diintegrasikan ke dalam Prisma AIRS untuk membentuk ekosistem keamanan AI yang lebih terintegrasi.
Integrasi itu menghadirkan tiga pilar yang disebutkan dalam penguatan Prisma AIRS, yakni AI Runtime Security untuk menginspeksi lalu lintas digital dan menangkap ancaman berbasis agen AI, fitur Idira™ untuk mengautentikasi interaksi identitas agen AI layaknya privileged users, serta Chronosphere yang ditujukan untuk menyediakan telemetri mendalam agar workload AI tetap andal pada skala produksi.
Chief Product & Technology Officer Palo Alto Networks, Lee Klarich, mengatakan laju perkembangan teknologi yang cepat kerap membuat perusahaan berada dalam dilema, antara mengintegrasikan berbagai solusi terpisah atau menunggu pembaruan dari platform lama. “Kami ingin memutus siklus membingungkan tersebut melalui kombinasi terencana antara pengembangan internal dan akuisisi strategis seperti Portkey ini,” ujar Klarich.
Dengan penggabungan teknologi Portkey ke dalam Prisma AIRS, Palo Alto Networks menyatakan pihaknya mengambil alih kompleksitas integrasi, sehingga pelanggan dapat mengadopsi kapabilitas AI terbaru dengan lebih cepat dan aman.