PT BYD Motor Indonesia menargetkan pabrik perakitan mobil listrik (electric vehicle/EV) miliknya di Subang, Jawa Barat, mulai beroperasi pada kuartal pertama 2026. Perusahaan menyatakan pembangunan fasilitas tersebut telah memasuki tahap akhir dan mendapat dukungan pemerintah.
Pabrik BYD di Subang direncanakan berdiri di atas lahan seluas 108 hektar. Fasilitas ini akan merakit berbagai model mobil listrik dengan kapasitas produksi mencapai 150.000 unit per tahun.
Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, menyampaikan perusahaan ingin mendorong percepatan adopsi kendaraan listrik di Indonesia melalui perluasan akses terhadap mobilitas yang lebih ramah lingkungan. “Komitmen kami jelas yaitu berjalan bersama masyarakat, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan untuk mempercepat transisi menuju kendaraan ramah lingkungan. Kami akan terus membuka akses terhadap mobilitas yang lebih aman, efisien, dan mudah dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia,” kata Eagle Zhao saat Media Gathering 2025 di Sentul, Bogor, Jawa Barat, 11 Desember.
Menurut BYD, performa penjualan selama dua tahun berada di Indonesia mencerminkan penerimaan pasar yang semakin matang. Sejak memasuki pasar nasional pada awal 2024, BYD mencatat pangsa pasar kendaraan listrik sebesar 54% atau lebih dari 37.600 unit pada periode Januari–Oktober 2025. Perusahaan menyebut capaian tersebut ikut mendorong penetrasi pasar EV Indonesia hingga 11%.
Di sisi pameran otomotif, BYD juga melaporkan hasil positif pada Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2025 yang berlangsung pada 21–30 November. Selama pameran, tercatat lebih dari 12.000 pengunjung hadir dan terdapat lebih dari 1.200 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) dari seluruh lini produk, termasuk BYD ATTO 1, M6, Sealion 7, Seal, Dolphin, ATTO 3, serta Denza D9.
BYD menilai Indonesia menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan kendaraan listrik tercepat di Asia Tenggara. Dalam dua tahun terakhir, perusahaan menyebut pangsa pasar kendaraan listrik di Indonesia meningkat dari 2% menjadi 12%.
Menegaskan rencana operasional pabrik, Eagle Zhao menyatakan BYD akan mempercepat langkah agar fasilitas tersebut segera berproduksi. “BYD serius membuka pabrik dan beroperasi pada 2026, ini akan dilakukan secepatnya,” ujarnya.