BERITA TERKINI
Oracle meluncurkan Fusion Agentic Applications untuk mengotomatisasi proses HR dengan agen AI

Oracle meluncurkan Fusion Agentic Applications untuk mengotomatisasi proses HR dengan agen AI

NEW YORK — Oracle mengumumkan peluncuran Fusion Agentic Applications untuk HR, kelas baru perangkat lunak perusahaan yang memanfaatkan agen kecerdasan buatan (AI) terkoordinasi untuk mengotomatisasi proses sumber daya manusia. Aplikasi ini dibangun ke dalam Oracle Fusion Cloud Applications dan dirancang untuk membuat serta mengeksekusi keputusan dalam proses bisnis dengan mengakses data perusahaan, alur kerja, kebijakan, dan sistem persetujuan, menurut pernyataan perusahaan.

Chris Leone, executive vice president of Applications Development di Oracle, menyatakan bahwa pemimpin HR dan para manajer menghadapi tuntutan untuk meningkatkan pengalaman karyawan, mempercepat pengambilan keputusan, serta mendukung kepatuhan, di tengah tim yang lebih ramping dan kebijakan yang semakin kompleks.

Dalam peluncuran ini, Oracle merilis delapan aplikasi di Oracle Fusion Cloud Human Capital Management. Beberapa di antaranya adalah Career Advancement Command Center untuk mendorong mobilitas karier, Contract Compliance Workspace untuk mengotomatisasi eksekusi kontrak, serta Hiring Workspace for Store Managers untuk merampingkan proses perekrutan.

Aplikasi lainnya mencakup Manager Concierge Workspace untuk membantu keputusan tim terkait kompensasi dan kinerja, My Help Workspace untuk dukungan layanan mandiri karyawan, dan Team Learning Workspace untuk mengidentifikasi kesenjangan keterampilan. Suite ini juga menghadirkan Team Talent Calibration and Review Workspace untuk penilaian talenta yang lebih terstruktur, serta Workforce Operations Command Center untuk penjadwalan dan pengelolaan ketidakhadiran.

Oracle menyebut aplikasi tersebut berjalan di Oracle Cloud Infrastructure dan beroperasi dalam kerangka keamanan Oracle Fusion Applications yang sudah ada. Sistemnya dirancang untuk menangani pekerjaan rutin secara otonom, sembari menandai pengecualian yang memerlukan penilaian manusia.

Selain itu, Oracle memperkenalkan Agentic Applications Builder di AI Agent Studio, yang ditujukan agar organisasi dapat membangun dan menghubungkan otomasi AI tanpa pengembangan aplikasi tradisional. Platform ini mencakup alat observabilitas, pengukuran ROI, dan kontrol keamanan.

Pengumuman ini disampaikan dalam Oracle AI World Tour. Di sisi bisnis, Oracle dilaporkan membukukan pendapatan sebesar US$64 miliar dalam 12 bulan terakhir dengan margin laba kotor 67%. Perusahaan, yang memiliki kapitalisasi pasar sekitar US$413 miliar, disebut terus memperluas penawaran cloud meski sahamnya turun 26% sejak awal tahun (year-to-date).

Menurut analisis InvestingPro, 16 analis merevisi naik perkiraan pendapatan untuk periode mendatang, yang dinilai mencerminkan kepercayaan terhadap strategi AI Oracle. Data InvestingPro juga menyebut saham Oracle saat ini berada dalam kategori undervalued berdasarkan analisis Fair Value platform tersebut.