BERITA TERKINI
OpenAI Rilis GPT-5.3 Instant untuk ChatGPT, Klaim Lebih Natural dan Tekan Halusinasi

OpenAI Rilis GPT-5.3 Instant untuk ChatGPT, Klaim Lebih Natural dan Tekan Halusinasi

OpenAI merilis model kecerdasan buatan terbaru untuk chatbot ChatGPT, GPT-5.3 Instant, pada Selasa (3/3/2026). Model ini menjadi anggota terbaru keluarga GPT-5.3 yang ditujukan untuk pengguna umum.

Sebelumnya, OpenAI telah meluncurkan GPT-5.3-Codex dan GPT-5.3-Codex-Spark pada awal Februari, yang difokuskan untuk kebutuhan pemrograman (coding). Berbeda dari dua model tersebut, GPT-5.3 Instant diarahkan untuk meningkatkan kualitas percakapan sehari-hari, mulai dari tone, relevansi jawaban, hingga akurasi.

OpenAI mengklaim GPT-5.3 Instant mampu memberikan respons yang lebih natural, lebih to the point, serta mengurangi gaya jawaban yang sebelumnya dinilai terlalu “cringe” atau terkesan lebay dan canggung.

Selama ini, model ChatGPT berlabel “Instant” dikenal sebagai opsi yang cepat dan ringan untuk kebutuhan harian, seperti menjawab pertanyaan umum, merangkum artikel, membantu penulisan kreatif, atau mengobrol santai. Namun pada GPT-5.3 Instant, OpenAI menyatakan fokus tidak hanya pada kecepatan, melainkan juga pada akurasi agar jawaban lebih dapat dipercaya.

Menurut OpenAI, GPT-5.3 Instant menghadirkan jawaban yang lebih faktual dan menurunkan tingkat halusinasi di berbagai topik. Untuk mendukung klaim tersebut, perusahaan melakukan dua evaluasi internal. Evaluasi pertama dilakukan pada domain berisiko tinggi, seperti medis, hukum, dan keuangan. Evaluasi kedua menggunakan percakapan ChatGPT yang telah dianonimkan dan sebelumnya ditandai pengguna karena mengandung kesalahan fakta.

Dalam evaluasi domain berisiko tinggi, OpenAI menyebut GPT-5.3 Instant menurunkan tingkat halusinasi hingga 26,8 persen saat menggunakan web. Jika hanya mengandalkan pengetahuan internal, tingkat kesalahan turun 19,7 persen dibanding model sebelumnya, GPT-5.2 Instant yang dirilis pada Desember 2025.

Sementara itu, dalam evaluasi berbasis laporan pengguna, tingkat halusinasi dilaporkan turun 22,5 persen dengan akses web dan 9,6 persen tanpa web.

OpenAI menilai hasil tersebut menunjukkan pergeseran fokus pada model Instant. Jika sebelumnya identik dengan efisiensi dan kecepatan, perusahaan ingin menegaskan bahwa model yang responsif juga perlu konsisten terhadap fakta, seiring persaingan AI yang kian menekankan keandalan jawaban.