BERITA TERKINI
OpenAI Rilis Browser AI ChatGPT Atlas, Sementara Trafik Wikipedia Dilaporkan Turun

OpenAI Rilis Browser AI ChatGPT Atlas, Sementara Trafik Wikipedia Dilaporkan Turun

OpenAI meluncurkan browser baru berbasis kecerdasan buatan (AI) bernama ChatGPT Atlas. Peramban ini disebut sebagai pesaing serius bagi browser populer seperti Google Chrome, Microsoft Edge, dan Opera, karena membawa fitur AI yang terintegrasi langsung di dalamnya.

Peluncuran ChatGPT Atlas diumumkan melalui kanal YouTube OpenAI pada Selasa (21/10/2025). CEO OpenAI Sam Altman mengatakan Atlas dirancang untuk menghadirkan pengalaman baru dalam menjelajah internet, termasuk memungkinkan pengguna “berbicara langsung dengan web”. “Kami ingin setiap orang merasakan pengalaman baru dalam menjelajah internet, di mana browser bukan hanya alat, tetapi juga asisten,” kata Altman.

Saat ini, ChatGPT Atlas tersedia secara global untuk pengguna macOS. OpenAI menyatakan peramban tersebut akan hadir di platform Windows, iOS, dan Android dalam waktu dekat. Salah satu fitur yang disorot adalah memori pencarian, yang memungkinkan browser mengingat konteks situs yang sering dikunjungi dan menampilkannya kembali saat dibutuhkan.

Di sisi lain, Wikipedia dilaporkan tengah menghadapi tantangan penurunan jumlah pengunjung. Berdasarkan data terbaru dari Wikimedia Foundation, trafik ke situs ensiklopedia tersebut turun sekitar 8 persen setiap tahun. Marshall Miller dari Wikimedia Foundation mengatakan penurunan ini mulai terlihat dalam beberapa bulan terakhir.

Ia menjelaskan, sistem pendeteksi bot menemukan bahwa sebagian lonjakan trafik pada Mei dan Juni berasal dari bot yang menyamar sebagai manusia. “Sebagian besar lalu lintas yang luar biasa tinggi selama periode Mei dan Juni berasal dari bot dirancang untuk menghindari deteksi,” kata Miller. Menurutnya, penurunan trafik juga berkaitan dengan meningkatnya penggunaan AI dan media sosial untuk mencari jawaban cepat. “Generasi muda kini lebih banyak bertanya pada AI atau media sosial tanpa tahu dari mana sumber informasi itu berasal,” ujarnya.

Sementara itu, tren penggunaan AI di kalangan pengguna smartphone juga disebut meningkat, khususnya di Indonesia. Associate Director Kantar Indonesia, Ummu Hani, menyampaikan bahwa penggunaan AI di Indonesia banyak dimanfaatkan sebagai alat bantu mencari ide untuk kreativitas dan meningkatkan keterampilan.

“Berdasarkan data yang kami temukan, kreativitas pengguna dalam menggunakan AI ditujukan untuk menunjang produktivitas. Beberapa di antaranya: pembuatan konten, upgrade skills, dan berbagai macam hal untuk meningkatkan keterampilan,” ujar Hani saat memaparkan temuannya pada acara Samsung di Jakarta, Selasa (21/10/2025).

Hani menambahkan, peningkatan tersebut dipengaruhi perbedaan motivasi antara Gen Z dan Milenial. Ia menyebut Gen Z cenderung memakai AI untuk mendukung personal branding dan memperoleh informasi secepat mungkin, sedangkan Milenial lebih berfokus pada penggunaan AI untuk meningkatkan keterampilan dalam bidang profesional yang telah ditekuni.