OpenAI, pengembang ChatGPT, memilih Singapura sebagai lokasi laboratorium kecerdasan buatan (AI) terapan pertamanya di luar Amerika Serikat. Kehadiran laboratorium ini diproyeksikan mendukung ambisi teknologi Singapura serta mendorong transformasi digital di negara kepulauan tersebut.
Dalam kesepakatan dengan Kementerian Pengembangan Digital dan Informasi Singapura, OpenAI disebut akan menginvestasikan lebih dari S$300 juta. Investasi ini ditujukan untuk memperkuat posisi Singapura sebagai salah satu pusat AI global.
Inisiatif bertajuk “OpenAI untuk Singapura” ditargetkan menciptakan lebih dari 200 lapangan kerja berkualitas tinggi. Fokus perekrutannya antara lain pada insinyur implementasi yang diharapkan mampu membantu menyelesaikan persoalan praktis yang dihadapi pelaku bisnis.
Laboratorium AI terapan tersebut akan memusatkan perhatian pada penerapan AI di sejumlah sektor utama, yakni layanan publik, perawatan kesehatan, dan keuangan. Selain itu, OpenAI juga akan menjalankan program pelatihan yang ditujukan untuk membantu usaha kecil dan menengah serta warga negara agar dapat mengakses dan memanfaatkan teknologi AI.
OpenAI menyatakan mengapresiasi kualitas tenaga kerja dan lingkungan inovasi di Singapura, yang disebut sebagai salah satu negara terkemuka di dunia dalam tingkat adopsi ChatGPT.