Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah mengembangkan Indonesia Anti-Scam Application sebagai sarana bagi masyarakat untuk menyampaikan pengaduan terkait penipuan keuangan. Aplikasi ini disiapkan sebagai kanal pengaduan alternatif selain portal Indonesia Anti-Scam Center (IASC).
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono, menyampaikan rencana tersebut dalam acara “Perempuan Berdaya Finansial: Literasi Keuangan Keluarga untuk Mewujudkan Masyarakat Sejahtera” di Jakarta, Selasa. Ia mengatakan pengaduan nantinya dapat dilakukan melalui aplikasi, di samping melalui portal IASC.
Menurut Dicky, pengembangan aplikasi itu bertujuan melindungi konsumen industri jasa keuangan sekaligus meningkatkan akses keuangan masyarakat. Di luar penguatan kanal pengaduan, OJK juga melanjutkan upaya peningkatan literasi keuangan melalui Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN).
Dicky menyebutkan, pada 2025 OJK melakukan 37 ribu kegiatan edukasi keuangan yang menjangkau 4,5 juta peserta di seluruh Indonesia. OJK juga menyediakan platform Learning Management System Edukasi Keuangan (LMSKU) sebagai situs pembelajaran daring berisi tips dan kiat finansial, buku seri literasi keuangan, serta kanal literasi keuangan melalui akun media sosial Sikapi Uangmu.
Untuk segmen keuangan syariah, OJK menyediakan platform Sahabat Ibu Cakap Literasi Keuangan Syariah (SICANTIKS) yang hingga kini telah mengedukasi 16 ribu peserta di seluruh Indonesia.
Selain itu, OJK telah membentuk 39 ribu Duta Literasi Keuangan, dengan 1.665 orang di antaranya berasal dari kelompok perempuan dan ibu rumah tangga. Untuk memperluas jangkauan edukasi hingga dua kali lipat, OJK berencana menjalin kerja sama dengan Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang disebut memiliki hingga 6 juta kader.
Dalam periode 1 Januari hingga 20 Mei 2026, OJK melaporkan telah menyelenggarakan 1.792 kegiatan edukasi keuangan yang menjangkau 8.242.841 peserta. Salah satu saluran yang digunakan adalah platform digital Sikapi Uangmu, yang menerbitkan 153 konten edukasi dengan total 1.375.711 penonton.
Pada periode yang sama, terdapat 9.435 pengguna LMSKU dengan total akses modul sebanyak 7.644 kali serta penerbitan 5.625 sertifikat kelulusan modul.