Nvidia resmi memperkenalkan chip baru bernama RTX Spark yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman kecerdasan buatan (AI) generasi baru di laptop dan PC berbasis Windows. Pengumuman RTX Spark disampaikan dalam ajang Nvidia GTC Taipei dan disebut sebagai “superchip” karena menggabungkan kemampuan AI, grafis, gaming, hingga komputasi kreatif dalam satu paket.
Pendiri sekaligus CEO Nvidia, Jensen Huang, mengatakan kehadiran RTX Spark menandai perubahan besar dalam cara orang menggunakan komputer. “PC sedang diciptakan kembali,” kata Huang. Ia menambahkan bahwa selama puluhan tahun pengguna berinteraksi dengan komputer dengan membuka aplikasi, mengklik, lalu mengetik, sementara dengan RTX Spark dan Windows pengguna cukup meminta dan PC yang akan mengerjakan tugasnya.
Menurut Nvidia, RTX Spark dirancang untuk menjalankan AI agent secara lokal di perangkat. Dengan pendekatan ini, pengguna dapat meminta komputer mengerjakan berbagai tugas menggunakan bahasa alami tanpa harus selalu bergantung pada layanan cloud. Contoh penggunaan yang disebutkan meliputi pengaturan jadwal, menjalankan workflow lintas aplikasi, mencari file, membuat gambar atau video berbasis AI, hingga mengotomatisasi pekerjaan sehari-hari.
Dari sisi spesifikasi, RTX Spark menggabungkan CPU Nvidia Grace 20-core dengan GPU Nvidia Blackwell RTX yang memiliki 6.144 CUDA Core dan Tensor Core generasi kelima. Nvidia menyebut CPU tersebut dikembangkan bersama MediaTek, yang berkontribusi pada efisiensi daya, performa, dan konektivitas.
CPU dan GPU pada RTX Spark dihubungkan melalui teknologi NVLink-C2C yang memungkinkan komunikasi data berkecepatan tinggi di antara keduanya. Nvidia mengklaim chip ini mampu menghasilkan performa AI hingga 1 petaflop, atau sekitar 1.000 triliun operasi per detik, sehingga laptop dapat menjalankan model AI yang selama ini umumnya membutuhkan server atau pusat data.
RTX Spark juga mendukung RAM LPDDR5X terpadu (unified memory) hingga 128 GB. Nvidia menyatakan kapasitas memori tersebut memungkinkan laptop menjalankan model AI besar secara lokal, termasuk large language model (LLM) hingga 120 miliar parameter dengan context window mencapai 1 juta token.