Bogor — Universitas Nusa Mandiri (UNM) melalui Nusa Mandiri Startup Center (NSC) melakukan kunjungan dan observasi lapangan ke Desa Cibentang, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, Selasa (2/6). Kegiatan ini dilakukan untuk menggali potensi pengembangan startup digital yang berangkat dari kebutuhan masyarakat desa.
Kunjungan yang berlangsung di Kantor Desa Cibentang, Jalan Satata Sariksa No.10 RT 004/001, menjadi bagian dari upaya NSC mengidentifikasi persoalan dan peluang yang dapat diselesaikan melalui pendekatan teknologi digital serta inovasi startup.
Dalam kegiatan tersebut, tim NSC berkoordinasi dan berdiskusi dengan Kepala Desa Cibentang, Hasanudin. Pembahasan mencakup kondisi masyarakat, potensi ekonomi lokal, tantangan pelayanan publik, hingga kebutuhan transformasi digital yang dinilai dapat mendukung pembangunan desa secara berkelanjutan.
Selain diskusi, tim NSC juga melakukan observasi langsung di sejumlah titik di wilayah desa. Observasi ini ditujukan untuk memetakan kebutuhan masyarakat, khususnya terkait pengembangan UMKM berbasis digital, peningkatan literasi teknologi, serta peluang pemanfaatan platform digital dalam mendukung aktivitas ekonomi warga.
Kepala NSC, Siti Nurlela, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen UNM membangun ekosistem startup yang tidak hanya berorientasi bisnis, tetapi juga menghadirkan solusi bagi masyarakat. “Kami ingin mahasiswa dan calon founder startup yang dibina oleh NSC mampu menciptakan inovasi yang berangkat dari permasalahan riil di lapangan. Desa memiliki banyak potensi sekaligus tantangan yang dapat dijawab melalui teknologi. Karena itu, kami melakukan pemetaan kebutuhan secara langsung agar solusi yang dikembangkan benar-benar relevan dan memberikan dampak,” ujarnya dalam rilis yang diterima Rabu (10/6).
Menurut Siti, hasil observasi dan analisis kebutuhan masyarakat Desa Cibentang akan menjadi bahan dalam pengembangan program pembinaan startup mahasiswa Universitas Nusa Mandiri. Temuan di lapangan diharapkan dapat diolah menjadi ide bisnis digital yang memiliki nilai sosial sekaligus potensi ekonomi.
Ia menambahkan, NSC menargetkan lahirnya startup digital yang mampu membantu mempercepat transformasi digital di desa, mendukung UMKM, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Upaya tersebut disebut sejalan dengan visi Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis yang mendorong inovasi berbasis kebutuhan nyata.
Melalui inisiatif ini, NSC menegaskan perannya sebagai wadah pengembangan startup mahasiswa yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. Kolaborasi dengan Desa Cibentang diharapkan menjadi langkah awal bagi lahirnya inovasi digital yang bermanfaat bagi pembangunan desa sekaligus memperkuat ekosistem startup nasional berbasis teknologi dan pemberdayaan masyarakat.