BERITA TERKINI
Ninh Binh Bangun Ekosistem Startup Inovatif untuk Pemuda, dari Pertanian hingga Ekonomi Warisan

Ninh Binh Bangun Ekosistem Startup Inovatif untuk Pemuda, dari Pertanian hingga Ekonomi Warisan

Provinsi Ninh Binh, Vietnam, mulai membangun landasan pengembangan ekosistem startup yang menempatkan pemuda sebagai pusat inovasi. Daerah yang berada di zona transisi antara hutan pegunungan dan dataran delta ini memiliki bentang alam beragam—mulai dari hutan, pegunungan, dataran, sungai hingga laut—serta cagar alam, taman nasional, dan cagar biosfer dunia.

Ninh Binh juga dikenal sebagai bekas ibu kota kekaisaran pada abad ke-10. Hoa Lu, ibu kota saat itu, berperan sebagai pusat militer dan perkotaan Negara Dai Co Viet, dengan jejak peninggalan berupa sistem kuil, pagoda, rumah komunal, situs sejarah-budaya, serta struktur arsitektur.

Di tengah potensi tersebut, Ninh Binh menilai saat ini sebagai momentum yang tepat untuk memulai usaha, dari pertanian, ekowisata, wisata spiritual, hingga industri budaya. Pemerintah provinsi mengidentifikasi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, inovasi, serta transformasi digital sebagai pendorong pertumbuhan, sekaligus menjadi basis bagi pemuda untuk membangun model produksi dan bisnis berbasis pengetahuan serta teknologi baru.

Untuk menerjemahkan resolusi dan program aksi pemerintah pusat ke dalam kebijakan daerah, Ninh Binh secara bertahap membangun ekosistem dukungan startup yang lebih menyeluruh. Infrastruktur awal disebut telah tersedia melalui dua titik dukungan startup yang berlokasi di Universitas Ekonomi dan Teknologi serta Pusat Inovasi dan Transformasi Digital.

Di tingkat komunitas, model startup berbasis inovasi juga berkembang melalui berbagai wadah, antara lain Klub Startup Inovasi (Departemen Sains dan Teknologi), Kantor Dukungan Startup Pemuda (Persatuan Pemuda Provinsi Ninh Binh), 12 klub startup perempuan, serta 19 klub startup pemuda di kelurahan dan desa.

Rangkaian kegiatan inovasi digelar melalui berbagai acara berskala besar yang ditujukan untuk memperluas akses pemuda terhadap pengetahuan, teknologi, dan pasar. Di antaranya kompetisi “Pencarian Bakat Startup Inovasi Thanh Nam 2024”, Techfest Red River Delta 2025, Forum Startup Inovasi Pemuda 2025, Hari Investasi Startup Pemuda, Hari Startup Kreatif Perempuan, serta sejumlah lokakarya ilmiah dan praktis, termasuk diskusi tentang penguatan ekosistem startup inovasi terintegrasi internasional di Ninh Binh dan lokakarya “Perjalanan dari ide menuju kesuksesan: Pelajaran dari startup yang sukses”.

Wakil Direktur Departemen Sains dan Teknologi, Nguyen Toan Thang, mengatakan ekosistem inovasi provinsi berkembang pesat, mulai dari mekanisme kebijakan hingga peran dukungan lembaga terkait dan respons positif dari bisnis-bisnis muda. Menurutnya, provinsi telah mendukung 43 proyek startup pemuda serta menyelenggarakan 25 forum, seminar, dan kompetisi yang diikuti lebih dari 3.500 anggota serikat pemuda dan kaum muda. Sejumlah ide disebut mulai dikomersialkan pada tahap awal dan membentuk model bisnis dengan potensi ekspansi.

Di lapangan, beberapa model startup inovatif muncul dengan karakter yang khas. Salah satunya datang dari sektor pertanian. Luong Van Truong (lahir 1983) dari komune Nghia Hung disebut menjadi contoh petani muda yang menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam produksi.

Truong meneliti dan mengembangkan produk benih pra-kecambah dengan menempatkan benih yang telah berkecambah dalam kondisi “dormansi”, sehingga memudahkan petani dalam penggunaan tanpa risiko kerusakan atau pembusukan yang kerap muncul pada metode perendaman dan perkecambahan tradisional. Proses ini telah memperoleh Sertifikat Hak Cipta No. 10205/2020/QTG, sementara permohonan paten diterima pada Februari 2021. Ia menyebut produk tersebut mendapat penilaian tinggi dari para ahli pertanian.

Dalam pemaparannya, biaya produksi benih pra-kecambah ini sekitar 2.000 VND/kg, sedangkan metode perendaman dan perkecambahan tradisional membutuhkan setidaknya 10.000 VND. Dengan luas budidaya padi Vietnam sekitar 7 juta hektar dan kebutuhan benih sekitar 700.000 ton per tahun, penerapan proses ini diklaim dapat menghemat sektor pertanian Vietnam lebih dari 3.000 miliar VND serta jutaan tenaga kerja setiap musim.

Dari benih berkecambah, Truong juga memproduksi beras kecambah segar yang disebut memiliki nilai gizi tinggi. Ia kemudian meneliti pemanfaatan siput apel emas menjadi pupuk bio-nitrogen dan mengembangkan teknologi menanam padi tanpa membajak melalui pengairan menggunakan preparat mikroba untuk menguraikan jerami padi. Metode ini disebut menurunkan biaya hingga 20%, menghilangkan polusi lingkungan hingga 100%, mengurangi emisi metana, serta meningkatkan keuntungan hingga 30%.

Belakangan, ia juga menerapkan teknologi IoT dalam produksi dengan memperkenalkan drone untuk penanaman, inspeksi padi, penyemprotan pestisida, dan panen. Pada musim tanam 2026, ketika biaya bahan bakar, pupuk, dan tenaga kerja meningkat sehingga pertanian tradisional dinilai tidak menguntungkan, ia memilih memanen padi segera setelah bulir terbentuk dan menjual malai untuk pembuatan anggur beras, lalu melanjutkan budidaya padi dengan model regenerasi. Pendekatan ini disebut efektif secara ekonomi dan mengurangi dampak fluktuasi harga pasar terhadap produksi.

Selain pertanian, inovasi juga muncul pada upaya pelestarian dan promosi warisan budaya. Sejumlah proyek digitalisasi situs bersejarah melalui kode QR, penerapan teknologi realitas virtual VR360, hingga model tur daring disebut membuka arah baru bagi pariwisata cerdas dan ekonomi warisan budaya.

Di Thung Che Beo, distrik Nam Hoa Lu, Le Thanh Huyen mengembangkan usaha inovatif melalui budidaya teratai, pengolahan produk teratai, dan penanaman bunga aprikot kuning untuk membentuk lanskap khas bagi resornya. Di berbagai situs sejarah dan budaya lainnya, pemuda juga terlibat membangun sistem pemandu wisata digital yang memudahkan wisatawan mengakses informasi dan berinteraksi secara daring dengan artefak dan ruang budaya, sekaligus membuka peluang pengembangan produk teknologi dan layanan digital berbasis identitas lokal.

Di tingkat kebijakan, pemerintah daerah menilai keberhasilan kewirausahaan inovatif pemuda turut dipengaruhi oleh dukungan program dan regulasi. Pada 8 Mei 2026, Komite Rakyat Provinsi mengeluarkan Rencana No. 156/KH-UBND untuk melaksanakan Strategi Nasional Kewirausahaan Inovatif di Ninh Binh periode 2026–2030.

Melalui rencana tersebut, Ninh Binh menargetkan pembangunan ekosistem startup inovatif yang komprehensif dan modern dengan bisnis sebagai pusat, sementara pemerintah berperan sebagai fasilitator, pendukung, dan pendorong pembangunan berkelanjutan. Targetnya antara lain memiliki lebih dari 150 bisnis startup inovatif pada 2030, membentuk setidaknya tujuh inkubator, pusat inovasi, dan pusat dukungan startup, membangun serta mengoperasikan Dana Modal Ventura Provinsi Ninh Binh, dan menciptakan sedikitnya 10 ruang startup inovatif berbasis komunitas di kecamatan dan desa.

Provinsi juga menargetkan digitalisasi layanan administrasi dan adopsi teknologi oleh pelaku usaha. Sasaran yang disebutkan mencakup 100% prosedur administrasi penting untuk pendaftaran usaha dilakukan secara digital, 60% usaha menggunakan alat dan platform digital dalam produksi serta bisnis, dan 40% usaha memanfaatkan layanan platform digital bersama. Ninh Binh juga menargetkan Indeks Inovasi lokalnya masuk 10 besar provinsi/kota secara nasional.

Untuk mencapai tujuan itu, pemerintah provinsi menyatakan akan menjalankan sejumlah tugas dan solusi secara paralel, mulai dari komunikasi, peningkatan kesadaran, dan penyebaran budaya kewirausahaan inovatif; pemberian penghargaan serta replikasi model yang dinilai efektif; pengembangan infrastruktur ruang startup berbasis komunitas; pelatihan sumber daya manusia untuk startup inovatif; dukungan akses ke platform digital; penyelenggaraan inkubasi dan akselerasi; hingga prioritas dukungan pada sektor-sektor yang memiliki potensi dan keunggulan di provinsi tersebut.

Dengan dukungan pemerintah, para ahli, dan komunitas bisnis, ekosistem inovasi di kalangan pemuda Ninh Binh disebut terus terbentuk secara bertahap. Upaya ini tidak hanya diarahkan untuk mendorong kemandirian ekonomi, tetapi juga menciptakan momentum pembangunan baru bagi daerah di era digital.