BERITA TERKINI
Nguyen Viet Anh, Freestyler 19 Tahun dari Hanoi yang Mengubah Kegagalan Seleksi Jadi Panggung Media Sosial

Nguyen Viet Anh, Freestyler 19 Tahun dari Hanoi yang Mengubah Kegagalan Seleksi Jadi Panggung Media Sosial

Nguyen Viet Anh, pemuda 19 tahun asal Hanoi, Vietnam, menjadi salah satu nama menonjol di komunitas sepak bola gaya bebas (freestyle football). Popularitasnya tercermin dari basis pengikut yang besar di berbagai platform: lebih dari 2,7 juta di TikTok, 1,27 juta pelanggan di YouTube, serta ratusan ribu pengikut di Facebook. Jika digabung, ekosistem media sosialnya disebut telah melampaui 4,18 juta pengikut.

Di balik angka tersebut, perjalanan Viet Anh bermula dari mimpi masa kecil untuk menjadi pesepak bola profesional. Namun, setelah melalui sejumlah tahapan seleksi pemain muda, ia tidak dapat melanjutkan karier karena keterbatasan kebugaran fisik—meski dinilai memiliki teknik yang baik. Kegagalan itu sempat membuatnya terpukul, sebelum akhirnya memilih jalur lain yang tetap dekat dengan bola: sepak bola gaya bebas, disiplin yang memadukan teknik sepak bola dan seni pertunjukan.

Ketertarikan Viet Anh pada sepak bola muncul sejak usia enam tahun. Ia mengingat momen ketika sering begadang bersama ayahnya untuk menonton pertandingan liga-liga besar. Cristiano Ronaldo menjadi figur yang paling menginspirasinya. Viet Anh mengagumi permainan Ronaldo, termasuk tendangan, ketenangan di bawah tekanan, dan semangat pantang menyerah—nilai yang ia sebut sebagai pelajaran penting sepanjang perjalanannya.

Di awal dikenal di media sosial, Viet Anh sempat menggunakan julukan “Viet Anh CR7”, nama yang diberikan oleh seorang mentor sekaligus kakak laki-lakinya. Seiring waktu, ia memutuskan menggantinya menjadi “Viet Anh Football” agar dapat membangun identitas sendiri, tanpa terus dikaitkan dengan idolanya.

Pada Piala Dunia 2022, Viet Anh menyebut ia berkesempatan bertemu Cristiano Ronaldo secara langsung. Ia menggambarkan momen itu sebagai pengalaman emosional dan mimpi yang ia kejar selama bertahun-tahun.

Viet Anh juga menyoroti anggapan sebagian orang yang masih memandang sepak bola gaya bebas sebatas hiburan. Menurutnya, olahraga ini memiliki sistem kompetisi profesional, termasuk liga dan federasi di berbagai negara.

Dalam catatan prestasi, Viet Anh disebut menjuarai KFFC Freestyle Football Vietnam 2022, menjadi juara Hanoi Freestyle Football 2023, serta masuk peringkat tiga besar nasional pada 2023. Pada 2024, ia menerima penghargaan “Pembuat Konten Olahraga Terbaik” di TikTok Awards.

Ia mengakui tantangan awalnya bukan semata teknik atau fisik, melainkan keterbatasan tempat latihan. Karena tidak memiliki lapangan khusus, ia kerap berlatih di ruang publik dengan banyak orang lalu-lalang. Pada masa itu, ia sempat merasa tidak percaya diri dan khawatir dianggap pamer, sampai akhirnya menyadari ada pula orang-orang yang menikmati serta menghargai apa yang ia lakukan.

Viet Anh memulai kanal YouTube pada 2020 dan mulai menggarap konten secara lebih profesional saat masih SMA. Video-video awalnya tidak sepenuhnya berfokus pada sepak bola gaya bebas, namun ketika ia lebih banyak menampilkan konten sepak bola dan keterampilan juggling, jumlah penonton meningkat. Sejumlah videonya disebut menembus lebih dari 20 juta penayangan. Ia menilai kunci penting pembuatan konten adalah terus mencari ide baru dan berupaya menjadi yang pertama menghadirkan konsep kreatif.

Meski demikian, ia juga bercerita tentang tekanan yang menyertai pekerjaan sebagai pembuat konten. Ia mengaku pernah menangis ketika video tidak mendapat banyak penonton dan mempertanyakan apakah masa terbaiknya telah berlalu. Menurutnya, proses ini selalu memiliki fase naik-turun, dan ia belajar untuk menerima lalu melanjutkan.

Dalam perjalanannya, Viet Anh menyebut Do Kim Phuc—Juara Sepak Bola Gaya Bebas Asia 2013—sebagai sosok berpengaruh. Keduanya bertemu saat Viet Anh duduk di kelas enam. Selain membimbing teknik kompetisi, Phuc juga disebut memberi pengalaman mengenai pembuatan konten dan kehidupan. Viet Anh mengatakan, ketika ia merasa putus asa, Phuc kerap menjadi pihak yang memberi dorongan dan energi positif.

Dukungan keluarga juga menjadi faktor penting. Meski orang tuanya tidak bekerja di bidang sepak bola atau media, mereka disebut menghormati pilihan Viet Anh. Dengan penghasilan yang lebih stabil dari aktivitas pembuatan konten, ia mengatakan kini dapat membantu keluarga secara finansial, termasuk untuk meringankan beban pengeluaran saat orang tuanya membangun rumah.

Viet Anh juga menyebut rencana khusus terkait Piala Dunia tahun ini: ia berencana menghabiskan sekitar 45 hari di Amerika Serikat untuk menonton pertandingan secara langsung. Biaya perjalanan itu disebut dapat mencapai hampir 1 miliar VND, mencakup tiket pesawat, akomodasi, dan tiket pertandingan. Menurutnya, meski ada yang menilai jumlah tersebut terlalu besar untuk usia 19 tahun, ia menganggapnya sebagai pengalaman berharga dan berharap Ronaldo dapat menjalani Piala Dunia yang berkesan.

Ke depan, Viet Anh ingin melanjutkan pengembangan karier konten sekaligus menyiapkan rencana lain. Ia berharap dapat membuka kelas sepak bola komunitas untuk anak-anak guna menyebarkan kecintaan pada olahraga dan keterampilan hidup. Ia juga menargetkan pencapaian baru di sepak bola gaya bebas dan membawa nama Vietnam di panggung internasional. Dalam pandangannya, dalam 10 tahun mendatang ia ingin dikenang sebagai atlet sepak bola gaya bebas yang mendedikasikan diri pada olahraga ini dan berkontribusi memperkenalkan citra Vietnam ke dunia.