Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Naker-PMPTSP) Kabupaten Lombok Utara (KLU) mencatat mayoritas peserta job fair tahun 2026 berasal dari warga lokal. Di tengah penurunan jumlah pendaftar dibandingkan kuota lowongan yang tersedia, dominasi pencari kerja asal KLU dinilai sebagai perkembangan positif.
Kepala Naker-PMPTSP KLU, Evi Winarmi, mengatakan job fair tahun ini menyediakan 600 lowongan pekerjaan. Namun, jumlah pencari kerja yang hadir dan mendaftar tercatat sekitar 430 orang. “Kalau job fair kemarin sepertinya memang agak kurang ya untuk tahun ini. Artinya dari 600 lowongan, yang datang itu 430-an orang, walaupun kami sudah menyebarkan informasinya secara masif,” ujarnya, Selasa (9/6).
Meski jumlah peserta menurun, Evi menilai komposisi peserta menunjukkan perubahan yang menggembirakan. Jika pada pelaksanaan tahun sebelumnya banyak diikuti pencari kerja dari luar daerah, tahun ini sekitar 80 persen peserta merupakan warga KLU.
“Yang menggembirakan itu, kalau tahun lalu banyak dari luar daerah yang berdatangan, tahun sekarang ini sepertinya 80 persen adalah orang KLU sendiri. Ini perkembangan yang cukup menggembirakan bagi kami,” katanya.
Dalam pelaksanaan job fair tersebut, perusahaan Noema disebut menjadi salah satu peserta yang paling diminati pencari kerja. Perusahaan itu membuka jumlah lowongan terbanyak, sehingga pihak dinas memberikan pendampingan hingga proses seleksi wawancara. “Noema itu dia baru dan itu yang paling banyak sampai kita dampingi sampai dengan seleksi wawancara,” ujar Evi.
Untuk memperluas akses informasi ketenagakerjaan, Naker-PMPTSP KLU tengah menyiapkan sistem bursa kerja berbasis aplikasi. Melalui platform digital tersebut, perusahaan dapat mengunggah lowongan pekerjaan secara mandiri tanpa harus menunggu pelaksanaan job fair tahunan.
“Jadi nanti kita menggunakan aplikasi untuk Job Fair, sehingga setiap saat itu bisa dilakukan. Walaupun sifatnya mandiri dari semua perusahaan, melalui aplikasi ini kita bisa mengoleksi datanya dengan baik,” tuturnya.
Menurut Evi, pengembangan aplikasi masih dalam tahap pematangan dan ditargetkan dapat direalisasikan pada sisa tahun anggaran perubahan. Pemerintah berharap sistem online itu dapat melengkapi layanan job fair konvensional sehingga informasi peluang kerja dapat diakses masyarakat lebih luas.
“Harapan kami ke depan, informasi kesempatan kerja ini bisa disebarluaskan kepada seluruh masyarakat secara online. Bisa diakses di mana saja dan kapan saja, sehingga kita bisa menekan angka pengangguran yang ada di KLU,” pungkasnya.