OCB mengumumkan peningkatan standar keamanan pada aplikasi OCB OMNI yang akan mulai berlaku pada 1 Maret 2026, sesuai dengan Surat Edaran 77/2025/TT-NHNN. Kebijakan baru ini mencakup pembatasan versi aplikasi yang didukung serta penerapan mekanisme pertahanan otomatis untuk mendeteksi kondisi perangkat yang dinilai tidak aman.
Dalam aturan versi aplikasi, OCB menyatakan OCB OMNI hanya akan mendukung dua versi terbaru yang tersedia di App Store atau Google Play saat pelanggan mengaktifkan atau mengaktifkan kembali aplikasi di perangkat mereka. Kebijakan ini ditujukan untuk memastikan perlindungan maksimal melalui penggunaan versi aplikasi yang paling mutakhir.
Selain itu, OCB OMNI akan menerapkan mekanisme pertahanan otomatis. Aplikasi akan secara otomatis keluar atau berhenti bekerja apabila mendeteksi tanda-tanda ketidakamanan pada perangkat, termasuk gangguan sistem operasi seperti perangkat yang telah di-root atau di-jailbreak sehingga lapisan keamanan bawaan pabrikan dihapus. Aplikasi juga akan merespons apabila mendeteksi lingkungan pengoperasian yang tidak aman, misalnya penggunaan emulator, mesin virtual, atau pengaktifan mode intervensi teknis seperti Opsi Pengembang dan Debugging. Tindakan serupa akan dilakukan jika terdeteksi penggunaan aplikasi palsu, yakni versi tidak resmi OCB OMNI yang kode sumbernya dimodifikasi atau dikemas ulang.
Untuk menjaga keamanan dan memastikan penggunaan aplikasi tetap lancar, OCB merekomendasikan pelanggan menggunakan perangkat seluler asli dengan sistem operasi asli, menonaktifkan fitur pengembang saat melakukan transaksi di OCB OMNI, serta selalu memperbarui aplikasi ke versi terbaru melalui App Store atau Google Play.
OCB juga membagikan panduan pemeriksaan keamanan perangkat. Pelanggan diminta mematikan “Mode Pengembang” melalui menu pengaturan: pada Android melalui Pengaturan ➔ Opsi Pengembang ➔ Matikan, dan pada iOS melalui Pengaturan ➔ Privasi & Keamanan ➔ Mode Pengembang ➔ Matikan.
Bagi perangkat yang menunjukkan tanda-tanda dipantau atau dikendalikan dari jarak jauh, OCB menyarankan pengguna Android untuk menghapus izin aksesibilitas dengan membuka Pengaturan ➔ Aksesibilitas, lalu memeriksa dan menonaktifkan aplikasi asing yang memiliki akses. Jika dicurigai perangkat terinfeksi malware secara parah dan masalah tidak dapat ditangani, pengguna dapat melakukan reset pabrik. Pada Android langkahnya melalui Pengaturan ➔ Umum/Manajemen Umum ➔ Atur Ulang ➔ Reset Pabrik, sedangkan pada iOS melalui Pengaturan ➔ Umum ➔ Ganti atau setel ulang iPhone.
OCB mengingatkan bahwa reset pabrik akan menghapus seluruh data di perangkat, sehingga pengguna perlu mencadangkan data terlebih dahulu sebelum melakukan langkah tersebut.
OCB juga menegaskan pemasangan aplikasi OCB OMNI sebaiknya dilakukan hanya dari sumber resmi, yakni aplikasi yang diumumkan oleh OCB di App Store atau Google Play, untuk menjaga keamanan akun. Untuk bantuan lebih lanjut, pelanggan dapat menghubungi Hotline 1900 1846.