Mulai 1 Maret 2026, bank di Vietnam akan menghentikan penyediaan layanan perbankan online apabila aplikasi perbankan terpasang pada perangkat yang terdeteksi memiliki tanda-tanda risiko keamanan. Ketentuan ini mengacu pada Surat Edaran 77/2025/TT-NHNN dari Bank Negara Vietnam yang mengatur keamanan dan keselamatan penyediaan layanan online di industri perbankan.
Dalam Pasal 5 Surat Edaran tersebut disebutkan bahwa ketika ditemukan kerentanan keamanan yang dinilai tinggi atau serius, bank wajib mengambil langkah untuk memverifikasi dan melarang transaksi, atau menerapkan langkah-langkah pengendalian. Tujuannya untuk mencegah pelaku kejahatan mengeksploitasi celah keamanan guna melancarkan serangan siber, melakukan transaksi curang, atau menyalahgunakan aset.
Sejalan dengan aturan itu, bank disebut tengah menerapkan solusi untuk mencegah dan mendeteksi gangguan tidak sah terhadap aplikasi Mobile Banking yang terpasang di perangkat seluler nasabah.
Aplikasi perbankan seluler diwajibkan menutup secara otomatis atau berhenti berfungsi, serta memberi tahu pengguna alasan penghentian, apabila sistem mendeteksi salah satu tanda berikut: penggunaan emulator, debugger, mesin virtual, atau perangkat simulasi untuk menjalankan aplikasi Mobile Banking; aplikasi disuntikkan kode eksternal (hook), dirusak, atau dikemas ulang; perangkat telah di-root atau di-jailbreak; atau bootloader perangkat telah dibuka kuncinya.
Untuk menjaga keamanan, bank menyarankan nasabah menggunakan perangkat seluler dengan sistem operasi asli dan tidak memasang aplikasi dari sumber yang tidak dikenal, seperti file APK atau file yang dikirim melalui tautan mencurigakan yang bukan berasal dari toko aplikasi resmi.
Nasabah juga dapat memeriksa keamanan perangkat dengan memperbarui aplikasi ke versi terbaru dari toko aplikasi, lalu membuka aplikasi untuk memeriksa statusnya. Jika perangkat terindikasi berisiko, sistem akan menampilkan peringatan risiko keamanan dan secara otomatis menutup aplikasi untuk melindungi akun pengguna. Sebaliknya, bila tidak muncul peringatan, aplikasi dapat digunakan seperti biasa.
Apabila pengguna menemukan tanda-tanda risiko pada perangkatnya, mereka diminta beralih ke perangkat lain yang asli dan memenuhi standar keamanan pabrikan. Jika tetap ingin menggunakan perangkat yang sama, pengguna disarankan menghubungi produsen, penjual, atau bengkel untuk mendapatkan bantuan pemeriksaan.
Surat Edaran Nomor 77 juga disebut mengubah dan melengkapi sejumlah pasal dalam Surat Edaran Nomor 50/2025/TT-NHNN yang mengatur keselamatan dan keamanan penyediaan layanan online di industri perbankan. Dalam kondisi nasabah mengaktifkan perangkat baru atau mengaktifkan kembali aplikasi Mobile Banking, mereka diwajibkan memasang dan menggunakan versi terbaru, atau versi paling mutakhir yang memenuhi persyaratan keamanan dan keselamatan yang telah ditetapkan.