BERITA TERKINI
Meta Hapus Kode Pengenalan Wajah dari Aplikasi Pendamping Kacamata Pintarnya usai Disorot soal Privasi

Meta Hapus Kode Pengenalan Wajah dari Aplikasi Pendamping Kacamata Pintarnya usai Disorot soal Privasi

Meta kembali menjadi sorotan setelah dilaporkan menghapus kode fitur pengenalan wajah dari aplikasi pendamping kacamata pintar miliknya. Langkah ini dilakukan beberapa hari setelah temuan tersebut terungkap dan memicu perdebatan terkait privasi pengguna serta keamanan data biometrik.

Temuan itu bermula ketika sejumlah peneliti menemukan adanya kode tersembunyi di aplikasi Meta AI, yang digunakan untuk menghubungkan kacamata pintar Meta ke ponsel melalui koneksi Bluetooth. Kode tersebut disebut memiliki kemampuan memproses wajah manusia menjadi identitas biometrik yang dapat dikenali perangkat.

Fitur itu secara internal dilaporkan disebut sebagai “Name Tag” dan disebut belum pernah diaktifkan secara resmi untuk publik. Meski demikian, keberadaannya menimbulkan pertanyaan tentang arah pengembangan teknologi wearable Meta ke depan.

Dikutip dari Engadget (08/06/26), sistem tersebut dirancang untuk mengubah foto wajah menjadi identifikasi biometrik yang disimpan secara lokal di perangkat. Data itu kemudian dapat dibandingkan dengan wajah lain yang tertangkap kamera kacamata pintar. Apabila diterapkan, teknologi tersebut memungkinkan pengguna mengenali kembali seseorang yang pernah ditemui sebelumnya melalui perangkat wearable yang dikenakan.

Di satu sisi, konsep ini dinilai menarik karena dapat membantu pengguna mengingat identitas seseorang. Namun di sisi lain, penerapan pengenalan wajah pada perangkat yang digunakan sehari-hari dipandang berpotensi memunculkan persoalan privasi yang serius.

Meta bergerak cepat setelah isu ini mencuat. Sehari setelah keberadaan kode tersebut menjadi perhatian publik, perusahaan merilis pembaruan aplikasi yang menghapus seluruh komponen terkait fitur pengenalan wajah tersebut.

Dalam pernyataannya, Meta menyebut fitur itu hanya bagian dari proyek percobaan internal dan belum ada keputusan final mengenai penerapannya pada produk komersial. Meski begitu, fakta bahwa kode tersebut sempat berada di aplikasi yang digunakan publik membuat sebagian pihak mempertanyakan proses pengembangan dan pengawasan fitur-fitur sensitif di ekosistem Meta.

Kontroversi terkait kacamata pintar Meta bukan kali pertama terjadi. Perangkat yang dikembangkan bersama Ray-Ban dan Oakley itu sejak awal menawarkan kemampuan merekam video, mengambil foto, hingga mengakses asisten AI langsung dari kacamata. Fitur-fitur tersebut dinilai memudahkan pengguna, tetapi juga memunculkan kekhawatiran soal privasi orang-orang di sekitar pemakainya.

Sejumlah kasus sebelumnya bahkan menunjukkan kacamata pintar dapat digunakan untuk merekam aktivitas orang lain tanpa sepengetahuan mereka, sehingga memicu perdebatan mengenai batas etika penggunaan teknologi wearable yang semakin canggih.

Untuk saat ini, Meta disebut telah menghapus kode terkait “Name Tag” dari aplikasinya. Namun kemunculan fitur tersebut dinilai menjadi indikasi bahwa teknologi pengenalan wajah masih termasuk area yang kemungkinan terus dieksplorasi dalam pengembangan generasi kacamata pintar berikutnya.