Meta, perusahaan induk Facebook dan Instagram, dilaporkan mencapai kesepakatan lisensi konten dengan konglomerat media News Corp. Melalui kerja sama ini, Meta memperoleh akses legal untuk melatih model kecerdasan buatan (AI) mereka menggunakan arsip dan konten jurnalistik milik News Corp.
Nilai kontrak tersebut disebut mencapai lebih dari 50 juta dollar AS per tahun, atau sekitar Rp 850 miliar. Kesepakatan mencakup akses ke portofolio media di bawah naungan News Corp, termasuk The Wall Street Journal, New York Post, The Times of London, dan The Australian.
Menurut sumber anonim yang mengetahui isu tersebut, kerja sama ini tidak hanya memberikan hak bagi Meta untuk menggunakan teks berita dalam pelatihan Large Language Model (LLM) Llama. Meta juga disebut diizinkan menampilkan ringkasan berita secara langsung, menyertakan tautan balik (backlink), serta mengutip konten dari media News Corp ketika pengguna mengajukan pertanyaan kepada Meta AI di WhatsApp, Instagram, dan Facebook.
Bagi News Corp, kesepakatan ini dinilai sebagai langkah strategis. CEO News Corp Robert Thomson selama ini dikenal vokal menuntut kompensasi yang layak dari perusahaan AI atas penggunaan karya jurnalistik. Ia juga kerap mengkritik praktik pengambilan konten tanpa izin (scraping) yang disebutnya dapat mengancam keberlanjutan model bisnis jurnalisme.
Langkah Meta ini juga menempatkannya sejalan dengan sejumlah pemain besar di industri AI yang lebih dulu meneken kesepakatan lisensi dengan penerbit media. Tahun lalu, OpenAI dilaporkan telah menandatangani kontrak multi-year dengan News Corp senilai 250 juta dollar AS selama lima tahun. Selain itu, OpenAI juga disebut menggandeng penerbit lain seperti Axel Springer, The Associated Press (AP), Financial Times, dan Le Monde.
Kesepakatan dengan News Corp menunjukkan pergeseran strategi Meta. Sebelumnya, Meta sempat terlihat enggan membayar lisensi berita, termasuk setelah menghapus fitur Facebook News dan mengurangi kemunculan tautan berita di News Feed. Namun, di tengah persaingan pengembangan asisten AI, lisensi konten dinilai dapat membantu memastikan layanan tetap relevan dan akurat, sekaligus mengurangi risiko sengketa hak cipta.
Hingga laporan ini diberitakan, Meta maupun perwakilan resmi News Corp dilaporkan belum memberikan komentar resmi terkait rincian finansial dari kesepakatan tersebut.