Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya menghadiri peluncuran Wolvesight, sebuah platform aplikasi inovasi keamanan siber berbasis artificial intelligence (AI) karya anak bangsa. Peluncuran ini disebut mencerminkan kapasitas Indonesia dalam menciptakan teknologi yang relevan dengan kebutuhan industri global.
Dalam konteks transformasi digital nasional, Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menegaskan visi digitalisasi Indonesia yang inklusif. Dalam pidatonya pada World Governments Summit 2025, Presiden menyampaikan bahwa setiap warga Indonesia—dari pulau terpencil hingga pusat kota Jakarta—harus memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam ekonomi digital, termasuk untuk belajar, berinovasi, dan meningkatkan kesejahteraan.
Menanggapi visi tersebut, Teuku Riefky menekankan bahwa keamanan siber menjadi fondasi utama yang perlu diperkuat agar transformasi digital dapat berjalan secara berkelanjutan. Menurutnya, keamanan siber tidak lagi sekadar urusan teknis, melainkan penopang kepercayaan bagi aktivitas ekonomi digital, perlindungan data, integritas platform, perlindungan kekayaan intelektual, serta keberlangsungan usaha para pelaku ekonomi kreatif.
"Visi sebesar ini tidak bisa berdiri tanpa cyber security yang kokoh. Cyber security bukan lagi sekadar komponen teknis. Ia adalah fondasi kepercayaan yang menopang seluruh aktivitas ekonomi digital, perlindungan data, integritas platform, perlindungan kekayaan intelektual, dan keberlangsungan usaha para pegiat ekraf," ujar Teuku Riefky di Jakarta, Kamis (4/6).
Untuk mendukung visi tersebut sekaligus target Indonesia menjadi salah satu dari 20 kekuatan ekonomi terbesar dunia pada 2045, Teuku Riefky menyebut tiga prasyarat utama yang perlu dipenuhi. Ketiganya adalah pengembangan super platform yang andal dan aman, percepatan transformasi digital di seluruh lapisan ekosistem, serta produksi talenta digital berkualitas yang mampu bersaing secara global.
Ia menambahkan, kehadiran Wolvesight dinilai menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menghadirkan solusi digital yang inovatif dan kompetitif.