Ancaman baru kembali menghantui pengguna Android setelah terungkap adanya malware berbahaya yang menyebar melalui puluhan aplikasi di Google Play Store. Malware bernama NoVoice ini dilaporkan telah diinstal sekitar 2,3 juta kali, menjadikannya salah satu temuan terbaru yang patut diwaspadai.
Malware tersebut ditemukan tersembunyi dalam lebih dari 50 aplikasi yang tampak normal, mulai dari aplikasi pembersih sistem, galeri foto, hingga gim. Aplikasi-aplikasi itu tetap dapat berfungsi seperti biasa sehingga tidak langsung menimbulkan kecurigaan, meski di dalamnya tersimpan kode berbahaya.
Setelah terpasang di perangkat, NoVoice disebut berupaya mengeksploitasi celah keamanan pada sistem Android untuk memperoleh akses tingkat tinggi atau root. Jika upaya ini berhasil, pelaku berpotensi mencuri data sensitif pengguna, termasuk username, kata sandi, serta informasi dari aplikasi keuangan.
Selain pencurian data, malware ini juga dilaporkan mampu memasang atau menghapus aplikasi lain tanpa sepengetahuan pengguna. Dalam beberapa kasus, sebagian komponen malware bahkan dapat bertahan di sistem sehingga tidak sepenuhnya hilang meski perangkat telah direset ke setelan pabrik.
Google menyatakan perangkat Android yang sudah mendapatkan pembaruan keamanan sejak Mei 2021 relatif aman dari ancaman ini. Google Play Protect juga disebut telah menghapus aplikasi berbahaya tersebut dan mencegah instalasi baru.
Kasus ini menegaskan bahwa ancaman malware tidak selalu datang dari sumber tidak resmi. Aplikasi di toko resmi pun dapat menjadi celah apabila pengguna tidak memperhatikan aspek keamanan perangkat.
Pengguna disarankan untuk rutin memperbarui sistem operasi, menghapus aplikasi yang mencurigakan, serta menghindari pemasangan aplikasi dari pengembang yang tidak jelas.