Mahasiswi Program Studi Akuntansi Universitas 17 Agustus (Untag) Surabaya, Feriona Ayurizta Iliyas, meraih prestasi dalam ajang International Creative and Innovative Idea Competition (ICIIC) Malaysia 2026. Feriona tercatat sebagai finalis dan berhasil meraih juara II pada kompetisi ide inovatif tingkat internasional tersebut.
ICIIC 2026 diselenggarakan oleh The Innovator Generation bekerja sama dengan MNNF Network Malaysia. Feriona mengatakan keikutsertaannya bermula saat libur Natal dan Tahun Baru, ketika ia menemukan pamflet lomba saat menelusuri Instagram. Setelah mencermati informasi, ia menyiapkan ide dan menyusun abstrak untuk tahap seleksi awal hingga dinyatakan lolos sebagai finalis.
Ide yang dibawa Feriona berangkat dari pandangannya tentang kekayaan budaya dan keragaman Indonesia yang dinilai memiliki potensi besar untuk menarik wisatawan mancanegara sekaligus mendorong pendapatan sektor pariwisata. Dari gagasan tersebut, ia mengusung inovasi bertajuk “Multicultural Diversity and Cultural Heritage Festival for a Quality Economy Indonesia Golden Era 2045”. Konsep itu menawarkan pariwisata berbasis budaya melalui kolaborasi masyarakat lokal, pihak swasta, dan pemerintah.
Dalam gagasannya, Feriona menghadirkan paket wisata interaktif berbasis aplikasi di kawasan destinasi. Melalui aplikasi tersebut, wisatawan dapat memilih pengalaman budaya yang diinginkan sekaligus terlibat dalam aktivitas khas daerah tujuan. Ia menekankan pendekatan partisipatif dan pemanfaatan teknologi sebagai pembeda, karena wisatawan tidak hanya menjadi penikmat pasif, tetapi ikut mencoba aktivitas budaya secara langsung.
Feriona menjelaskan, wisatawan nantinya dapat memilih dan mengetahui jenis paket wisata yang tersedia melalui aplikasi di wilayah wisata. Ia memberi contoh bentuk keterlibatan yang dimaksud, seperti mencoba memasak masakan khas daerah atau membuat kain tenun maupun batik dengan pendampingan mentor.
Ia menyebut persiapan kompetisi dilakukan sekitar satu setengah bulan, mulai dari pengembangan ide, penyusunan abstrak, pembuatan karya lengkap, poster, video, hingga presentasi berbahasa Inggris secara daring. Presentasi pada ajang ICIIC 2026 dilakukan secara online melalui Zoom Meeting di hadapan juri internasional. Untuk memperkuat konsep, Feriona juga melakukan riset data terbaru serta mengajukan pendanaan ke pihak universitas untuk registrasi ulang.
Feriona mengakui tantangan terbesar adalah keterbatasan waktu persiapan sehingga ia belum sempat mencari mentor dosen yang memiliki minat di bidang tersebut. Karena itu, proses penyusunan karya hingga persiapan final dilakukan sepenuhnya oleh dirinya sendiri. Meski demikian, ia menilai pengalaman mengikuti kompetisi internasional pertamanya menjadi momen yang berkesan dan menantang.
Menurut Feriona, juri dan peserta lain menilai idenya relevan untuk diterapkan di Indonesia dan berharap inovasi tersebut dapat direalisasikan karena dinilai lebih menarik dan modern bagi wisatawan. Ia juga menyampaikan dukungan dari keluarga, dosen, dan kampus turut berperan dalam pencapaiannya. Keluarga membantu memberi semangat sekaligus menyimak latihan presentasi, sementara dukungan akademik datang dari Kaprodi Akuntansi Maulidah Narastri yang membantu proses administrasi pengajuan dana. Pihak universitas juga memberikan dukungan pendanaan meski pengajuan dilakukan mendekati tenggat.
Tahapan kompetisi yang diikuti Feriona meliputi registrasi dan pengiriman abstrak pada 30 Desember 2025, pengumuman finalis pada 2 Januari 2026, pengumpulan video dan registrasi ulang pada 9 Januari, penilaian karya pada 10–20 Januari, serta pengumuman dan awarding pada 26 Januari 2026.
Pengalaman tersebut, kata Feriona, mengubah cara pandangnya terhadap kompetisi internasional. Ia menilai ajang internasional tidak selalu membutuhkan persiapan yang sangat panjang, selama peserta berani mencoba dan tetap optimistis. Ke depan, ia berharap idenya dapat diteliti serta dikembangkan lebih lanjut agar semakin konkret untuk diterapkan di sektor pariwisata Indonesia. Ia juga mengajak mahasiswa Untag Surabaya untuk berani mengikuti berbagai kompetisi, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Ajang ICIIC diikuti peserta dari tiga kategori, yakni siswa SMA, mahasiswa, serta profesional atau dosen. Kompetisi ini bertujuan mendorong generasi muda menghadirkan ide kreatif di berbagai sektor, mulai dari sains, teknik, kuliner, teknologi, pariwisata, hingga olahraga.