Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Muhammad Daffa Azmi, meraih tiga penghargaan internasional melalui inovasi aplikasi NutriTrack MBG. Penghargaan tersebut didapat bersama timnya dalam ajang International Youth Innovation Summit #20 Chapter Malaysia–Singapore yang berlangsung pada 23–26 Februari 2026.
Daffa mengembangkan NutriTrack MBG sebagai respons atas sejumlah kendala yang kerap muncul dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), mulai dari keterlambatan distribusi hingga kasus keracunan makanan. Menurutnya, program tersebut memiliki tujuan yang baik, namun masih menghadapi persoalan di lapangan.
NutriTrack MBG dirancang sebagai aplikasi digital untuk memantau kualitas makanan, menjamin keamanan pangan, serta mencatat distribusi secara real-time. Aplikasi ini menawarkan sistem pemantauan terintegrasi yang dapat diakses berbagai pihak, termasuk siswa, orang tua, dan pengelola program.
Sejumlah fitur yang ditonjolkan dalam NutriTrack MBG antara lain transparansi kandungan gizi seperti kalori dan protein, pelacakan distribusi makanan secara real-time, serta monitoring kualitas dan keamanan pangan. Melalui sistem tersebut, pengawasan diharapkan dapat berjalan lebih transparan, akurat, dan akuntabel.
Berkat inovasi tersebut, tim Daffa meraih tiga kategori penghargaan, yakni First Best Innovation Project, Second Best Presentation Project, dan Best Team. Kompetisi tersebut menantang peserta menghadirkan solusi konkret yang selaras dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs).
Bagi Daffa, capaian ini menjadi pengalaman berharga sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa Indonesia mampu bersaing di tingkat internasional. Ia juga mendorong generasi muda untuk berani mencoba hal baru dan tidak ragu bermimpi besar.