Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) mengembangkan inovasi di bidang gaya hidup berupa smart wearable fragrance atau perangkat parfum pintar. Perangkat ini ditujukan untuk membantu pengguna, khususnya profesional dengan mobilitas tinggi, menjaga keharuman tubuh tanpa perlu membawa dan menyemprotkan parfum konvensional berulang kali.
Perangkat tersebut dikembangkan oleh tim OUNURSCÈNS dari jurusan Ilmu Komunikasi. Alat ini dirancang agar dapat dipasang pada pakaian dan mampu melepaskan aroma secara otomatis.
Tim menilai penggunaan pakaian sebagai media penyebaran aroma lebih efektif untuk mempertahankan wangi lebih lama dibandingkan aplikasi langsung pada kulit. “Kami mencoba menghadirkan solusi yang lebih mulus melalui perangkat wearable. Kami ingin menghadirkan cara baru agar wewangian tidak hanya bisa dirasakan, tetapi juga menjadi bagian dari ekspresi dan gaya hidup pengguna,” ujar perwakilan tim, Athar Hisyam Fadhilah.
Keunggulan utama inovasi ini terletak pada integrasinya dengan aplikasi berbasis kecerdasan buatan (AI). Melalui aplikasi tersebut, pengguna dapat mengatur intensitas dan jadwal pengeluaran aroma sesuai konteks aktivitas, mulai dari rapat formal hingga kegiatan sosial. Pengaturan ini membuat pengalaman penggunaan wewangian menjadi lebih personal dan adaptif.
Berkat konsep yang diusung, inovasi tersebut mengantarkan tim UI menjadi finalis nasional dalam ajang L'Oréal Brandstorm 2026.