Isu kesehatan reproduksi dan kesetaraan peran dalam penggunaan kontrasepsi menjadi fokus kajian Shaldhan Bayu Yuska, mahasiswa Program Studi Kedokteran Universitas Ahmad Dahlan (UAD), dalam Kompetisi Artikel Ilmiah #2 Tingkat Nasional Tahun 2026. Dalam ajang tersebut, Shaldhan meraih Juara I Artikel Terbaik dan Juara II Presenter Terbaik pada Subtema Kesehatan Kelas G.
Shaldhan mengangkat karya berjudul “Tren Penelitian Global dalam Inovasi dan Penggunaan Kontrasepsi Pria: Sebuah Analisis Bibliometrik”. Penelitian itu menelaah perkembangan riset global terkait inovasi kontrasepsi pria pada periode 2005–2025.
Melalui artikelnya, Shaldhan menyoroti rendahnya partisipasi pria dalam penggunaan kontrasepsi. Ia menilai, selama ini beban penggunaan alat kontrasepsi lebih banyak ditanggung perempuan, sementara sejumlah metode kontrasepsi wanita dapat menimbulkan dampak dan efek samping terhadap kesehatan. Kondisi tersebut, menurutnya, turut mendorong berbagai penelitian tentang pengembangan kontrasepsi pria sebagai alternatif yang lebih setara dan berkelanjutan.
Inovasi yang ditawarkan dalam kajian ini berupa analisis bibliometrik untuk memetakan tren penelitian kontrasepsi pria secara global. Dengan metode tersebut, Shaldhan menelusuri perkembangan publikasi ilmiah, tren inovasi, kolaborasi riset, serta arah pengembangan teknologi kontrasepsi pria dalam dua dekade terakhir.
Ia menyebut pendekatan bibliometrik efektif untuk memahami sejauh mana perkembangan penelitian kontrasepsi pria, sekaligus mengidentifikasi peluang riset yang masih dapat dikembangkan di masa mendatang. Kajian ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya keterlibatan pria dalam program keluarga berencana dan kesehatan reproduksi.
Shaldhan mengaku bersyukur atas capaian yang diperolehnya. “Saya merasa sangat bersyukur bisa meraih juara, apalagi mendapatkan dua penghargaan sekaligus di lomba artikel ini. Awalnya saya mengikuti lomba ini dengan niat mengimplementasikan pemahaman dan kemampuan yang saya peroleh setelah melalui blok penelitian di fakultas,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengalaman pelatihan sebelumnya membantu proses penyusunan artikel ilmiah. “Berbekal pelatihan sebelumnya, alhamdulillah hasil yang diperoleh cukup memuaskan. Saya juga menjadi tertarik untuk melanjutkan penelitian yang saya angkat dalam lomba ini,” katanya.
Menurut Shaldhan, mengikuti lomba dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan. “Salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan adalah dengan mencoba mengikuti lomba. Ketika kita mendaftar, kita akan terdorong untuk menyelesaikannya. Dalam situasi seperti itu, biasanya akan muncul pemikiran-pemikiran kreatif dan inovatif,” tuturnya.
Ia juga menyarankan mahasiswa agar cermat menentukan topik dan metode penelitian dalam kompetisi karya ilmiah. Menurutnya, pemilihan isu yang relevan dan memiliki urgensi di masyarakat menjadi faktor penting untuk menghasilkan karya yang berdampak.