BERITA TERKINI
Mahasiswa Sistem Informasi UBSI Pontianak Dalami Pengembangan Aplikasi dan Industri Kreatif di FACA UNIMAS

Mahasiswa Sistem Informasi UBSI Pontianak Dalami Pengembangan Aplikasi dan Industri Kreatif di FACA UNIMAS

Mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Pontianak mengikuti agenda hari kedua Edutrip Internasional 2026 dengan mengunjungi Faculty of Applied and Creative Arts (FACA), Universiti Malaysia Sarawak (UNIMAS). Kegiatan ini menjadi lanjutan setelah para peserta mengeksplorasi bidang teknologi, dengan fokus pada pemahaman integrasi teknologi informasi dalam industri kreatif, khususnya pengembangan aplikasi digital.

Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa mendapatkan pemaparan mengenai peta jalan pembuatan aplikasi berstandar global. Materi yang disampaikan mencakup tahapan identifikasi kebutuhan pengguna, perancangan antarmuka (user interface/UI), pengoptimalan pengalaman pengguna (user experience/UX), hingga proses implementasi dan pemeliharaan sistem.

Selain sesi pemaparan, peserta juga diajak melihat langsung beragam proyek dan inovasi digital hasil kolaborasi dosen dan mahasiswa FACA. Karya-karya yang ditampilkan menggambarkan perpaduan logika teknologi dengan unsur seni, desain, dan kreativitas untuk menghasilkan solusi digital yang dinilai solutif serta memiliki nilai jual.

Ketua Program Studi Sistem Informasi UBSI kampus Pontianak, Muhammad Sony Maulana, menyatakan kunjungan ke FACA UNIMAS dilakukan untuk memperluas cara pandang mahasiswa tentang pentingnya kolaborasi lintas disiplin. Menurutnya, industri digital tidak hanya menuntut kemampuan teknis, tetapi juga kreativitas serta pemahaman terhadap psikologi pengguna.

“Dunia teknologi hari ini tidak lagi melulu soal baris kode (coding) yang kaku. Industri digital saat ini sangat menuntut kreativitas tinggi dan pemahaman mendalam terhadap psikologi pengguna. Melalui kunjungan ke FACA UNIMAS, mahasiswa kami bisa melihat langsung bagaimana sebuah inovasi digital lahir dari perkawinan yang pas antara aspek teknologi, estetika desain, dan kenyamanan user experience,” ujar Sony.

Ia menambahkan, pemahaman UI/UX dan industri kreatif dinilai dapat menjadi nilai tambah bagi mahasiswa ketika memasuki dunia kerja maupun saat membangun startup. Sony juga menegaskan pihaknya tidak ingin lulusan UBSI hanya menjadi pembuat program secara mekanis, melainkan mampu menghasilkan aplikasi yang ramah pengguna, menarik secara visual, dan relevan dalam menjawab persoalan di masyarakat.

Di akhir kegiatan, Sony berharap pengalaman internasional ini dapat meningkatkan motivasi mahasiswa untuk memperkuat fondasi akademis sekaligus mengasah keterampilan praktis, baik hard skill maupun soft skill. Ia menilai tantangan industri digital bergerak cepat sehingga mahasiswa perlu terus mengeksplorasi kemampuan diri, aktif berinovasi, dan tidak terpaku pada teori di ruang kelas.