Tiga mahasiswa Program Studi Farmasi Fakultas Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (FK UPNVJ) meraih penghargaan Silver Medalist dalam Lomba Esai Nasional Biopheerz Essay Competition 2026. Kompetisi tingkat nasional tersebut diselenggarakan oleh lembaga Generasi Peneliti.
Tim yang terdiri dari Allysa Tania Nurachman, Arya Gading Purwanto, dan Mochamad Rafi mengangkat tema valorisasi limbah kelapa sawit dalam karya ilmiah mereka. Penelitian itu berfokus pada pemanfaatan limbah padat tandan kosong kelapa sawit (tankos) sebagai bahan baku pembuatan superdisintegrant, komponen penting dalam formulasi obat.
Superdisintegrant berfungsi mempercepat hancurnya tablet di dalam tubuh setelah dikonsumsi pasien. Dalam riset tersebut, tankos diolah untuk menghasilkan bahan inovatif yang diharapkan dapat mendukung pengembangan bahan baku farmasi nasional.
“Kami sangat bersyukur dan bangga dapat meraih penghargaan ini. Melalui kompetisi ini, kami belajar bahwa inovasi dapat lahir dari pemanfaatan potensi lokal yang sering kali dianggap sebagai limbah,” ujar Allysa, dikutip dari laman UPNVJ, Kamis (04/06/2026).
Karya ilmiah itu disusun di bawah bimbingan dosen apt. Arini Nur Yunia P.R., M.Pharm., Sci. Tim mempresentasikan hasil risetnya secara daring pada Sabtu (23/05/2026) sebagai bagian dari rangkaian penilaian kompetisi.
Menurut Allysa, penelitian tersebut ditujukan untuk menjawab tantangan pengelolaan limbah industri perkebunan sekaligus memperkuat kemandirian sektor kesehatan. “Harapannya, penelitian ini dapat menjadi langkah awal dalam mendukung pengembangan bahan baku farmasi nasional yang lebih mandiri dan berkelanjutan,” katanya.
Dalam paparan risetnya, tim menilai pemanfaatan tankos menjadi produk bernilai tambah berpotensi mengurangi ketergantungan industri farmasi dalam negeri terhadap bahan penunjang yang selama ini banyak didatangkan melalui impor. Komoditas kelapa sawit sendiri menghasilkan limbah biomassa dalam jumlah besar, dengan setiap pengolahan satu ton tandan buah segar (TBS) menyisakan sekitar 21 hingga 23 persen tankos yang belum dimanfaatkan secara optimal.
Riset tersebut juga menyoroti tingginya kandungan selulosa pada tankos yang dapat diekstrak menjadi material bernilai ekonomi untuk keperluan laboratorium maupun skala industri. Prodi Farmasi FK UPNVJ turut menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa dan dosen pembimbing atas capaian yang dicatat sebagai bagian dari portofolio prestasi riset aplikatif berbasis sumber daya lokal.