BERITA TERKINI
Lulusan Filsafat Amanda Askell Berperan dalam Pengembangan AI Claude

Lulusan Filsafat Amanda Askell Berperan dalam Pengembangan AI Claude

Pengembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) kerap dianggap sebagai ranah lulusan bidang eksakta atau Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM). Namun, industri AI menunjukkan gambaran yang lebih beragam, termasuk keterlibatan lulusan bidang sosial humaniora (soshum) atau Social, Humanities, Art of People, Religious Study, Economics (SHARE).

Salah satu contoh datang dari Amanda Askell, perempuan asal Skotlandia yang disebut memiliki peran penting dalam pengembangan Claude, salah satu AI yang dikenal cerdas. Askell merupakan lulusan filsafat murni dan tidak memiliki latar pendidikan STEM di perguruan tinggi.

Askell menempuh pendidikan filsafat sejak jenjang sarjana hingga doktoral. Ketertarikannya pada persoalan filsafat disebut sudah muncul sejak kecil saat ia tumbuh di Prestwick, Skotlandia. Ia dibesarkan oleh ibunya yang berprofesi sebagai guru. Minatnya pada pertanyaan tentang eksistensi dan moralitas, menurut laporan yang dikutip, berawal dari kebiasaannya membaca karya-karya J.R.R. Tolkien dan C.S. Lewis.

Perjalanan akademis Askell dimulai dengan mempelajari seni rupa dan filsafat secara bersamaan di University of Dundee. Ia kemudian melanjutkan studi ke University of Oxford untuk meraih gelar BPhil, sebelum menuntaskan pendidikan doktoralnya di New York University (NYU).

Di NYU, Askell menulis tesis tentang topik etika tak terbatas (infinite ethics). Ia membahas bagaimana moralitas bekerja ketika diterapkan pada populasi berskala tidak terhingga. Bekal filosofi moral dan kemampuannya menghadapi ambiguitas itulah yang kemudian membawanya masuk ke dunia AI.

Karier Askell di industri AI dimulai di OpenAI pada 2020. Di perusahaan tersebut, ia bekerja sebagai ilmuwan riset dengan fokus pada keselamatan AI dan turut menjadi salah satu penulis pendamping dalam makalah penelitian GPT-3.

Namun, seiring waktu, Askell menilai terjadi perubahan arah di OpenAI. Mengutip berbagai laporan, ia memutuskan mundur karena khawatir perusahaan menggeser prioritasnya. OpenAI dinilai mulai lebih menekankan peningkatan kemampuan dan kecanggihan teknis model AI dibandingkan kehati-hatian serta faktor keselamatan.

Dalam situasi itu, Anthropic—startup yang didirikan oleh sejumlah mantan petinggi OpenAI—menghubunginya pada Maret 2021. Dari titik tersebut, Askell kemudian melanjutkan kiprahnya di ekosistem AI yang turut melahirkan Claude.