BERITA TERKINI
Lokasi Kapal Induk Prancis Charles de Gaulle Terungkap Usai Prajurit Gunakan Aplikasi Strava

Lokasi Kapal Induk Prancis Charles de Gaulle Terungkap Usai Prajurit Gunakan Aplikasi Strava

PARIS — Insiden keamanan digital menimpa militer Prancis setelah lokasi spesifik kapal induk Charles de Gaulle terungkap ke publik. Kebocoran itu terjadi ketika seorang prajurit menggunakan aplikasi kebugaran Strava saat kapal tersebut menjalankan misi menuju perairan dekat Iran, di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

Harian Le Monde melaporkan, prajurit yang disebut dengan nama samaran “Arthur” tanpa sengaja membagikan rute pelayaran kapal induk melalui rekaman aktivitas lari pagi di atas dek. Aktivitas itu terekam menggunakan fitur GPS Strava yang terhubung secara real-time.

Data unggahan menunjukkan Arthur berlari pada 13 Maret pukul 10.35. Titik koordinat pada aplikasi menempatkan lokasi kapal di Laut Mediterania, di sebelah barat laut Siprus, sekitar 100 kilometer dari pesisir Turki.

Meski pergerakan Charles de Gaulle menuju Timur Tengah telah diumumkan secara publik oleh Presiden Emmanuel Macron pada 3 Maret, pengungkapan koordinat yang presisi dinilai sebagai pelanggaran protokol keamanan. Kapal induk itu disebut sedang memimpin gugus tugas yang terdiri dari tiga kapal fregat dan satu kapal logistik untuk merespons eskalasi konflik AS-Israel melawan Iran.

Insiden ini menambah daftar kasus kebocoran informasi yang terkait penggunaan aplikasi kebugaran dan perangkat wearable. Strava, yang memiliki lebih dari 120 juta pengguna, sebelumnya pernah disorot karena fitur “peta panas” (heatmap) aktivitas pengguna yang dinilai dapat mengungkap tata letak pangkalan militer rahasia AS di luar negeri.

Le Monde juga menyinggung kejadian lain yang melibatkan perangkat pelacak aktivitas. Tim pengamanan Presiden Macron pernah dilaporkan membocorkan lokasi hotel tempat Presiden AS Joe Biden menginap di San Francisco pada 2023, serta rute perjalanan Vladimir Putin, setelah agen pengawal membiarkan fitur berbagi lokasi tetap aktif saat berolahraga.

Dalam laporan yang sama, seorang analis keamanan memperingatkan bahwa berbagi lokasi secara real-time di zona konflik atau misi sensitif dapat memberi keuntungan taktis bagi pihak lawan dan membahayakan keselamatan seluruh awak kapal.

Staf Umum Angkatan Bersenjata Prancis mengonfirmasi sedang memproses tindakan disiplin terhadap prajurit yang bersangkutan. Militer menegaskan aturan penggunaan perangkat elektronik pribadi di area operasi diberlakukan ketat untuk mencegah “jejak digital” yang dapat dimanfaatkan pihak lawan.

Misi Charles de Gaulle disebut merupakan respons atas permintaan bantuan internasional untuk mengamankan jalur perdagangan di Selat Hormuz yang sempat ditutup oleh pihak Iran. Setelah insiden ini, prosedur keamanan siber di lingkungan militer Prancis dilaporkan berada dalam pengawasan lebih ketat.