Ada yang terasa berbeda ketika FIFA merilis ulang daftar putar resmi untuk Piala Dunia 2026. Selama puluhan tahun, daftar musik turnamen besar identik dengan nama-nama penyanyi papan atas, dukungan label besar, dan kurasi ketat yang membuat lagu-lagunya terdengar “resmi” sekaligus megah.
Publik pun terbiasa melihat musisi global seperti Shakira, Ricky Martin, K’naan, hingga Jungkook BTS hadir dalam lanskap musik Piala Dunia. Namun kali ini, di antara deretan nama musisi mancanegara, muncul sebuah judul yang berasal dari figur budaya internet: IShowSpeed dengan lagu “Champions”.
Menurut tulisan tersebut, IShowSpeed merilis “Champions” beserta video musiknya pada 31 Mei 2026. Lagu itu ia ciptakan secara independen untuk menyambut Piala Dunia 2026, sekaligus merepresentasikan kecintaannya pada sepak bola dan sosok idolanya, Cristiano Ronaldo.
Perilisan lagu ini disebut langsung menarik perhatian. Video musik “Champions” dikabarkan melesat dalam waktu singkat, menembus ratusan ribu penonton dalam hitungan jam dan kemudian melewati 10 juta penonton di YouTube.
Berbeda dari gambaran produksi musik Piala Dunia yang kerap diasosiasikan dengan studio-studio besar, “Champions” digambarkan lahir dari energi seorang pembuat konten digital. IShowSpeed dikenal lewat aktivitasnya berkeliling ke berbagai tempat dengan atribut Cristiano Ronaldo serta gaya streaming yang ekspresif.
Masuknya “Champions” ke dalam album resmi turnamen dipandang bukan sekadar cerita tentang lagu viral. Hal itu dibaca sebagai sinyal bahwa selera publik di ruang digital semakin sulit diarahkan sepenuhnya oleh industri musik tradisional.
Untuk melihat kontrasnya, tulisan tersebut menyinggung tradisi official song Piala Dunia yang selama ini kuat melekat pada figur-figur mapan. Shakira disebut sebagai salah satu ikon paling konsisten dalam ranah ini, dengan jejak lagu-lagu seperti “Hips Don’t Lie” (2006), “Waka Waka (This Time for Africa)” (2010), dan “La La La” (2014).
Dalam narasi itu, Shakira kembali hadir lewat lagu utama turnamen berjudul “Dai Dai”, yang disebut dibawakan bersama Burna Boy, musisi afrobeats asal Nigeria. Lagu tersebut digambarkan membawa formula yang dikenal luas: perpaduan berbagai bahasa, ketukan perkusi, serta pesan universal tentang persatuan—sebuah pendekatan yang dinilai aman dan disukai industri karena bernilai komersial serta ramah sponsor.
Namun, tulisan tersebut juga mencatat adanya kesan bahwa formula semacam itu mulai terasa berulang bagi sebagian penikmat sepak bola generasi baru. Di titik inilah kehadiran lagu dari tokoh internet seperti IShowSpeed diposisikan sebagai sesuatu yang “ganjil sekaligus magis”: menandai pergeseran selera, sekaligus memperlihatkan bagaimana budaya internet semakin dekat dan beririsan dengan panggung sepak bola global.