BERITA TERKINI
Kwarda Pramuka Maluku Gelar Sosialisasi Pendataan KTA Nasional dan Bimtek Aplikasi Ayo Pramuka

Kwarda Pramuka Maluku Gelar Sosialisasi Pendataan KTA Nasional dan Bimtek Aplikasi Ayo Pramuka

Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Maluku menggelar sosialisasi pendataan potensi Kartu Tanda Anggota (KTA) Pramuka Nasional serta bimbingan teknis (bimtek) penggunaan Aplikasi Ayo Pramuka dari Kwartir Nasional. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Vlisingen Lantai II Balai Kota Ambon, Rabu (4/3).

Sambutan Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Maluku dibacakan oleh Sekretaris Kwarda Maluku, Saiful Almaskati, S.H., M.H. Dalam sambutan tersebut ditegaskan bahwa Gerakan Pramuka perlu terus bergerak maju, bertransformasi, dan beradaptasi dengan perkembangan zaman, termasuk dalam menghadapi era digital.

Ia menyampaikan bahwa sosialisasi pendataan KTA dan bimtek aplikasi dilaksanakan dengan semangat agar Gerakan Pramuka tidak tertinggal dalam digitalisasi. Menurutnya, Pramuka tidak lagi hanya identik dengan tali-temali dan perkemahan, tetapi juga dituntut melek teknologi serta memiliki literasi digital yang baik.

Saiful menjelaskan, bimtek Ayo Pramuka dinilai strategis untuk mendukung tata kelola organisasi, khususnya dalam pembenahan sistem keanggotaan. Pertama, aplikasi ini ditujukan untuk mempermudah pendataan agar basis data anggota dapat dikelola secara valid, akurat, dan real time dari tingkat Kwartir Ranting hingga Gugus Depan. Ia menyebutkan bahwa jumlah anggota Pramuka secara nasional kerap disebut sekitar 25 juta orang, namun data yang akurat masih menjadi tantangan, sehingga Kwartir Nasional berupaya mendata ulang seluruh anggota agar tersedia data riil yang terverifikasi.

Kedua, aplikasi tersebut diharapkan meningkatkan efisiensi manajemen organisasi, terutama dalam administrasi pengelolaan Pramuka Garuda dan tanda penghargaan. Proses pengusulan yang sebelumnya panjang dan berjenjang disebut dapat dilakukan lebih cepat, transparan, serta terdokumentasi dengan baik.

Ketiga, langkah ini dipandang sebagai bagian dari modernisasi Gerakan Pramuka agar citranya sebagai organisasi kepanduan tetap adaptif, kompeten, dan mampu menjawab kebutuhan generasi milenial serta generasi digital.

Kwarda Maluku juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Ambon, khususnya Dinas Komunikasi dan Informatika, yang telah memfasilitasi kegiatan tersebut. Disebutkan, kegiatan ini merupakan yang pertama dilaksanakan di Provinsi Maluku dan dihadiri hampir seluruh Kwartir Cabang se-Maluku. Kwarda berharap Kota Ambon dapat menjadi pelopor pemanfaatan aplikasi Ayo Pramuka sehingga tata kelola administrasi Gerakan Pramuka di Maluku semakin tertib, modern, dan profesional.

Sementara itu, Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena menekankan bahwa organisasi yang mampu bertahan dan tetap eksis adalah organisasi yang dapat memahami serta merespons lingkungan strategisnya, baik internal maupun eksternal. Ia menilai Gerakan Pramuka memiliki potensi dan sumber daya besar yang perlu dikelola secara maksimal melalui sistem serta tata kelola yang baik.

Menurut Bodewin, sosialisasi pendataan KTA dan bimtek aplikasi bukan sekadar kegiatan administratif, melainkan bagian dari pembenahan organisasi secara menyeluruh. Ia juga menyoroti pentingnya KTA sebagai simbol pengakuan dan kebanggaan anggota, sekaligus mempermudah proses penghargaan bagi anggota yang telah lama mengabdi.

Wali Kota turut menegaskan pentingnya adaptasi terhadap digitalisasi. Ia menyatakan organisasi yang tidak menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi berisiko tertinggal, sementara pemanfaatan aplikasi digital dapat membantu meningkatkan efektivitas dan efisiensi penyampaian kebijakan maupun informasi secara cepat dan merata, terutama dengan jumlah anggota yang besar.

Dalam kesempatan itu, Bodewin juga menekankan peran strategis Gerakan Pramuka dalam pembinaan karakter generasi muda di tengah berbagai tantangan sosial. Pemerintah Kota Ambon, lanjutnya, membutuhkan dukungan Gerakan Pramuka sebagai mitra strategis dalam pembangunan karakter generasi muda.