Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) menambah kapasitas bandwidth Satelit Republik Indonesia (Satria-1) sebagai langkah mitigasi selama proses restorasi kabel laut Palapa Ring tengah pada segmen Tahuna–Melonguane.
Penambahan kapasitas tersebut mencapai 50–150 Mbps pada 154 titik akses layanan. Komdigi juga berkoordinasi dengan operator seluler untuk memastikan konektivitas tetap terjaga di sejumlah titik layanan publik dan objek vital.
Direktur Pengendalian Infrastruktur Digital Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital Komdigi, Indra Maulana, mengatakan pemerintah memprioritaskan keberlangsungan layanan sembari mengawal proses restorasi. Menurutnya, manuver operasional dan penggunaan peralatan bawah laut harus dilakukan secara terukur untuk menjaga keamanan serta keandalan infrastruktur telekomunikasi yang sudah ada di sekitar area pekerjaan.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Infrastruktur Bakti, Darien Aldiano, menyampaikan permohonan maaf atas penyesuaian jadwal pekerjaan. Ia menuturkan tim teknis tetap berupaya maksimal mempercepat pemulihan jaringan meski menghadapi tantangan cuaca serta karakteristik dasar laut yang ekstrem, dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan dan keandalan jaringan.
Komdigi menjelaskan pekerjaan restorasi menghadapi sejumlah kendala, antara lain kondisi cuaca laut yang dinamis. Selain itu, lokasi pekerjaan berada dekat koridor kabel laut aktif pada segmen Ondong Siau–Tahuna, sehingga proses harus dilakukan dengan tingkat presisi tinggi.
Tantangan lain datang dari kondisi dasar laut yang didominasi batuan dan kontur curam. Situasi tersebut membuat proses identifikasi dan penanganan kabel memerlukan kehati-hatian lebih untuk menjaga keselamatan pekerjaan sekaligus memastikan kualitas hasil restorasi.
Dengan berbagai kondisi itu, target penyelesaian yang semula direncanakan pada 28 Mei hingga 2 Juni 2026 bergeser menjadi 6 Juni 2026. Komdigi menyatakan akan terus mengawal proses restorasi hingga tuntas, termasuk memastikan masyarakat di Sangihe dan Sitaro memperoleh akses komunikasi serta layanan digital yang andal.