BERITA TERKINI
Komdigi dan Pemko Banda Aceh Rencanakan Garuda Spark Innovation Hub Beroperasi Semester II 2026

Komdigi dan Pemko Banda Aceh Rencanakan Garuda Spark Innovation Hub Beroperasi Semester II 2026

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI bersama Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh berencana menghadirkan Garuda Spark Innovation Hub (GSH) pada semester kedua 2026. Program ini ditujukan untuk mempertemukan talenta digital, startup, komunitas teknologi, investor, akademisi, dunia usaha, dan pemerintah dalam satu ekosistem kolaboratif.

Perwakilan Komdigi RI yang mengampu program tersebut, Farhan, menyampaikan Banda Aceh dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi digital. Ia menilai sejumlah komunitas, startup, dan perguruan tinggi di daerah itu telah aktif melahirkan inovasi, namun masih memerlukan ruang kolaborasi yang dapat menghubungkan seluruh elemen ekosistem.

“Kami melihat peluangnya besar. Aktivitas yang dijalankan komunitas, startup, dan kampus sebenarnya sudah cukup masif,” ujar Farhan saat temu ramah dengan komunitas digital di Banda Aceh, Selasa (9/6/2026).

Ia menjelaskan, tantangan yang dihadapi saat ini adalah belum terhubungnya berbagai pihak yang sebenarnya memiliki potensi untuk bekerja sama. Melalui Garuda Spark, komunitas, startup, akademisi, pemerintah, dan sektor swasta diharapkan dapat berbagi peluang serta mengembangkan inovasi yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi digital daerah.

Sementara itu, Manager Telkom AI Center, Jurnalis, menilai kualitas sumber daya manusia (SDM) digital di Aceh tidak kalah dibandingkan daerah lain. Menurutnya, banyak anak muda Aceh memiliki kemampuan di bidang teknologi dan kecerdasan buatan, namun belum terserap secara maksimal oleh industri sehingga sebagian memilih bekerja secara freelance atau mencari peluang di luar daerah.

“Anak-anak muda Aceh sebenarnya memiliki kemampuan yang sangat baik. Banyak yang memiliki skill digital, tetapi belum terserap secara maksimal oleh industri,” ujarnya. “Akibatnya, mereka mencari peluang sendiri melalui pekerjaan freelance atau harus keluar daerah untuk mengembangkan kariernya.”

Dari sisi pemerintah daerah, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Banda Aceh, Muhammad Zubir, mengatakan Garuda Spark Innovation Hub akan difasilitasi di Gedung Banda Aceh Academy (BAA) di kawasan Blanggadang. Gedung BAA yang merupakan eks Gedung Dekranasda Banda Aceh itu direncanakan menjadi pusat aktivitas komunitas digital, startup, dan talenta teknologi.

Menurut Zubir, kehadiran program ini diharapkan dapat mempercepat lahirnya kolaborasi baru, membuka peluang usaha, serta membantu talenta digital Aceh terhubung dengan kebutuhan industri dan pasar yang lebih luas.