JAKARTA — Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi) bersama Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat/IOH) memperkenalkan Sahabat-AI pada Rabu (25/2). Platform kecerdasan buatan (AI) berbasis aplikasi ini disebut sebagai langkah menuju ekosistem AI Indonesia yang berdaulat, inklusif, dan berakar pada kebutuhan lokal.
Sahabat-AI diklaim terbuka dan dapat dimanfaatkan oleh berbagai kalangan, mulai dari pelajar, kreator, pelaku usaha, hingga institusi publik. Platform ini dirancang sebagai asisten digital yang memahami cara berbahasa, konteks, dan keseharian masyarakat Indonesia.
Dalam peluncurannya, Sahabat-AI telah tersedia dalam bentuk aplikasi Android dan iOS. Kehadiran aplikasi ini disebut bertujuan menurunkan hambatan adopsi AI di Indonesia dengan antarmuka yang mudah digunakan.
Sahabat-AI juga menawarkan kemampuan multi-model dan multi-modal, yang memungkinkan pengguna memanfaatkan beragam fitur dalam satu platform, seperti berpindah dari teks ke gambar, teks ke video, pencarian cerdas, bantuan coding, hingga analisis mendalam. Integrasi tersebut diharapkan memperluas akses penggunaan AI secara praktis dan relevan bagi pelajar, kreator, profesional, maupun pengguna sehari-hari.
Indosat menyebut Sahabat-AI dibangun dengan menekankan kekayaan bahasa lokal, budaya, dan konteks Indonesia, serta didukung teknologi yang ditujukan agar layanan semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah.
President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, mengatakan peluncuran Sahabat-AI mencerminkan tujuan Indosat untuk memberdayakan Indonesia. Ia menegaskan platform tersebut dihadirkan bukan untuk Indosat, melainkan untuk Indonesia.
“Platform ini dibangun di atas keyakinan kami bahwa teknologi harus membawa manfaat bagi semua orang. Dengan menjadikan Sahabat-AI terbuka, mudah diakses, dan dapat dimanfaatkan secara luas, kami menghadirkan fondasi inovasi yang dapat digunakan oleh individu, startup, pelaku usaha, maupun institusi publik di seluruh penjuru negeri,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Hafid, menyatakan Sahabat-AI mencerminkan arah strategis Indonesia dalam membangun kemandirian kapabilitas AI nasional dan menjadi langkah untuk memperkuat kedaulatan digital.
“Lebih dari itu, ini adalah wujud komitmen kami untuk memastikan tidak ada yang tertinggal dalam transformasi digital. Teknologi harus membuka akses bagi siapa pun, di mana pun, tanpa terhalang perbedaan bahasa maupun budaya. Karena itu, kita membutuhkan AI yang benar-benar Paling Indonesia, dibangun dengan bahasa kita, nilai budaya kita, serta kepentingan bangsa,” kata Meutya.
Ia juga mendorong masyarakat untuk menggunakan Sahabat-AI dan ikut dalam perkembangan AI di dalam negeri. Menurutnya, platform tersebut menjadi bukti bahwa Indonesia mampu menghadirkan teknologi yang relevan dan bermanfaat bagi masyarakat luas.
Komdigi menyebut pengembangan Sahabat-AI dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor dalam ekosistem nasional. Dengan menempatkan kebutuhan dan nilai lokal sebagai fondasi, platform ini diharapkan memperkuat posisi AI sebagai pendorong prioritas nasional sekaligus alat pemberdayaan masyarakat.
Untuk memastikan penggunaan yang aman dan bertanggung jawab, Sahabat-AI dibangun dengan guardrails berlapis yang dikatakan selaras dengan norma sosial, nilai budaya, serta standar etika di Indonesia. Langkah ini juga disebut sejalan dengan upaya pemerintah memerangi konten negatif dan menjaga ruang digital nasional yang sehat.