Kodim 0701/Banyumas menggelar Latihan Aplikasi Sistem Blok Penanggulangan Bencana Alam Banjir di Desa Banjarparakan, Kecamatan Rawalo, Kabupaten Banyumas. Kegiatan ini ditujukan untuk menguji kesiapsiagaan serta prosedur penanganan darurat banjir secara terpadu.
Latihan integratif tersebut melibatkan personel TNI, Polri, BPBD Banyumas, organisasi kemasyarakatan, mahasiswa, serta warga setempat. Seluruh unsur berkolaborasi menjalankan pembagian tugas yang tersistem untuk menguji prosedur tetap penanganan kedaruratan.
Pada fase pra-bencana, simulasi difokuskan pada validasi data dan pemetaan kerawanan oleh Babinsa. Pengumpulan data dilakukan terhadap warga yang tinggal di sekitar bantaran Sungai Serayu, dengan prioritas pada identifikasi kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak sebagai dasar penentuan jalur evakuasi yang aman.
Skenario kemudian berlanjut ke fase tanggap darurat dengan simulasi banjir akibat luapan Sungai Serayu. Seluruh unsur bergerak terpadu di bawah satu komando untuk melakukan penyelamatan air (water rescue) menggunakan perahu karet, disertai pengamanan jalur darat. Evakuasi warga dari titik bahaya dilakukan secara bergotong royong oleh semua komponen yang terlibat.
Komandan Kodim 0701/Banyumas Letkol Inf Edward Samosir menyatakan latihan ini penting untuk menjaga sekaligus meningkatkan kapasitas teknis prajurit dalam merespons situasi kedaruratan di wilayah tugas teritorial. Ia menegaskan, melalui kerja sama taktis tersebut, validasi alur komando serta sinkronisasi pola tindak antarunsur di lapangan dapat diuji secara nyata.