BERITA TERKINI
Kepala BRIN: Masa Depan Ekonomi Indonesia Ditentukan Kekuatan Riset dan Inovasi

Kepala BRIN: Masa Depan Ekonomi Indonesia Ditentukan Kekuatan Riset dan Inovasi

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria menegaskan bahwa masa depan ekonomi Indonesia sangat bergantung pada kekuatan riset dan pengembangan (R&D), inovasi, teknologi, serta semangat kewirausahaan.

Pernyataan itu disampaikan Arif saat menjadi pembicara utama dalam Dialog Kolaborasi Kebangsaan FORWAREK 2026 yang diselenggarakan Universitas Diponegoro (Undip) secara daring pada Senin (25/5/2026). Forum tersebut mempertemukan para Wakil Rektor Bidang Kerja Sama perguruan tinggi negeri (PTN) dan institut seni Indonesia (ISI) dari berbagai daerah.

Dalam keterangannya, Arif menekankan bahwa kemajuan ekonomi suatu negara sangat dipengaruhi oleh kemampuan mengembangkan riset dan inovasi. “Masa depan ekonomi kita akan sangat tergantung pada kekuatan riset dan pengembangan (R&D), inovasi, teknologi, serta semangat entrepreneurship,” ujar Arif dalam keterangan dari Undip, Kamis (27/5/2026).

Arif menjelaskan, keterkaitan antara inovasi dan kemajuan ekonomi dapat dilihat melalui Global Innovation Index. Ia menyebut negara dengan skor inovasi tinggi umumnya memiliki produk domestik bruto (GDP) per kapita yang lebih besar, serta didukung banyak perguruan tinggi yang masuk daftar 200 terbaik dunia.

Dalam kesempatan yang sama, Arif mengungkapkan BRIN tengah menyiapkan “Rumah Inovasi Indonesia” yang dirancang sebagai pusat layanan terpadu bagi inkubator bisnis, teknologi, konsultasi, hingga lisensi kekayaan intelektual. Fasilitas ini juga diproyeksikan menjadi ruang pertemuan antara startup dengan venture capital maupun angel investor untuk mempercepat hilirisasi riset dan pengembangan industri berbasis teknologi.

“BRIN saat ini sedang mempersiapkan ‘Rumah Inovasi Indonesia’ sebagai etalase sekaligus one stop service untuk seluruh layanan inkubator bisnis, teknologi, konsultasi, hingga lisensi kekayaan intelektual. Di tempat ini, kami memfasilitasi pertemuan antara startup dengan venture capital maupun angel investor,” kata Arif.

BRIN juga merencanakan pembangunan “Rumah Inovasi Daerah” dengan melibatkan perguruan tinggi sebagai penggerak utama ekosistem riset di tingkat lokal. Arif menilai peran kampus penting untuk memastikan riset yang dikembangkan dapat berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah.

“Selain itu, kami juga akan membangun ‘Rumah Inovasi Daerah’ di mana perguruan tinggi memegang peran yang sangat penting untuk memperkuat ekosistem lokal agar riset yang kita miliki benar-benar berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.

Arif juga memaparkan perubahan peran perguruan tinggi yang bergerak dari Teaching University menuju Research University hingga Innovation University. Menurutnya, arah tersebut menekankan riset terapan serta keterlibatan industri.

Sementara itu, Rektor Undip Suharnomo menyoroti pentingnya kolaborasi antarkampus di tengah persaingan global dunia pendidikan. Ia menyebut era saat ini sebagai “coopetition”, yakni perpaduan antara kerja sama dan kompetisi. “Kita hidup di era coopetition, yaitu cooperation dan competition. Kita memang berkompetisi dalam berbagai pemeringkatan dunia, namun semangat kolaborasi tetap harus dikedepankan,” ujarnya.

Ketua Panitia FORWAREK, Wijayanto, yang juga menjabat Wakil Rektor Riset, Inovasi, Kerja Sama dan Komunikasi Publik serta pengurus Forwarek mewakili wilayah Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Barat, menyampaikan laporan sekaligus membuka acara. Ia menegaskan perguruan tinggi tidak hanya dituntut menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga memastikan hilirisasi riset dan inovasi yang berdampak bagi pembangunan nasional.

“Kerja sama ini tidak boleh hanya berhenti pada penandatanganan dokumen atau pertukaran program di atas kertas, tetapi harus menyentuh esensi utama, yaitu membangun kepercayaan dan visi bersama untuk menjawab persoalan riil di masyarakat,” tegasnya.

FORWAREK 2026 diharapkan menjadi langkah awal penguatan konsorsium BRIN dan perguruan tinggi untuk mempercepat hilirisasi riset dan inovasi nasional.