BERITA TERKINI
Kepala BRIN Kunjungi Unibos, Dorong Transformasi Menuju Universitas Riset dan Inovasi

Kepala BRIN Kunjungi Unibos, Dorong Transformasi Menuju Universitas Riset dan Inovasi

MAKASSAR — Komitmen Universitas Bosowa (Unibos) dalam memperkuat ekosistem riset dan inovasi mendapat dukungan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Dukungan itu mengemuka dalam kunjungan Kepala BRIN Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si., di Ruang Rapat Senat Lantai 9 Gedung I Unibos, Senin (8/6/2026).

Kunjungan tersebut disambut Founder Bosowa H. M. Aksa Mahmud, Ketua BPH Yayasan Aksa Mahmud Asrul Hidayat, Rektor Universitas Bosowa Prof. Dr. Ir. Batara Surya, S.T., M.Si., beserta jajaran pimpinan, dekan, dan sivitas akademika Unibos.

Dalam sambutannya, Rektor Unibos Prof. Batara Surya menyampaikan harapan agar pertemuan itu menjadi awal penguatan kolaborasi strategis antara Unibos dan BRIN, khususnya dalam pengembangan riset serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Ia juga mengundang Prof. Arif Satria untuk kembali hadir pada September mendatang guna memberikan kuliah umum kepada mahasiswa baru.

“Kami berkeinginan membangun kerja sama yang lebih kuat dengan BRIN, termasuk melibatkan dosen dan peneliti Universitas Bosowa dalam berbagai program riset nasional. Mudah-mudahan kolaborasi ini memberikan manfaat dan keberkahan bagi kedua institusi,” ujar Batara Surya.

Prof. Arif Satria menegaskan kekuatan BRIN bertumpu pada kolaborasi dengan perguruan tinggi, industri, dan pemerintah. Ia menilai Universitas Bosowa memiliki posisi strategis karena berada dalam ekosistem Bosowa Group yang dekat dengan dunia industri.

“Yang kami harapkan adalah Universitas Bosowa melakukan transformasi dari teaching university menjadi research university, lalu berkembang menjadi innovation university. Kedekatan Universitas Bosowa dengan Bosowa Corporate merupakan kekuatan besar, karena di situlah lahir berbagai kebutuhan riset yang berdampak langsung bagi industri,” katanya.

Pada kesempatan itu, Kepala BRIN memaparkan arah kebijakan riset nasional yang berfokus pada inovasi sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi. Ia menekankan pentingnya riset yang tidak berhenti pada publikasi, melainkan menghasilkan solusi nyata bagi masyarakat, industri, dan pembangunan daerah.

Melalui materi yang dipresentasikan, BRIN mendorong penguatan budaya riset, peningkatan jumlah paten, hilirisasi hasil penelitian, serta kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat daya saing Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

Prof. Arif juga membuka peluang kolaborasi konkret bagi dosen dan peneliti Unibos, mulai dari program talenta riset, penelitian pascadoktoral, hingga pengembangan riset berbasis kebutuhan industri.

“Riset harus berdampak. Karena itu kami ingin membangun kerja sama yang tidak hanya menghasilkan penelitian, tetapi juga memberikan manfaat bagi industri nasional, UMKM, dan pembangunan daerah. BRIN siap mendukung pengembangan riset yang lahir dari kebutuhan nyata Bosowa dan masyarakat,” ujarnya.

Pertemuan tersebut menjadi forum diskusi awal untuk menjajaki berbagai program kolaboratif antara BRIN, Universitas Bosowa, dan Bosowa Corporation. Kunjungan Kepala BRIN ke kampus Unibos juga dipandang sebagai penguatan langkah institusi menuju universitas yang berorientasi pada riset, inovasi, dan dampak nyata bagi masyarakat.