Kementerian Perindustrian dan Perdagangan meluncurkan saluran umpan balik daring melalui aplikasi “Around Me” seiring rencana penerapan bahan bakar bioetanol E10 secara nasional mulai 1 Juni 2026. Aplikasi ini ditujukan untuk membantu masyarakat mencari SPBU, memeriksa jenis bahan bakar yang dijual, serta menyampaikan laporan terkait kualitas bahan bakar.
Berdasarkan informasi yang dipublikasikan, “Around Me” memungkinkan pengguna mencari SPBU terdekat, mengetahui lokasi yang menjual E5 atau E10, memeriksa harga yang tertera di tiap titik penjualan, mendapatkan petunjuk arah, serta mengecek status operasional SPBU. Pengguna juga dapat mengirim masukan mengenai kualitas bahan bakar dan melaporkan dugaan pelanggaran, seperti penetapan harga yang tidak sesuai, penutupan toko yang tidak wajar, atau penolakan untuk menjual barang.
Salah satu fitur yang disebut paling menonjol adalah kemampuan aplikasi untuk mencerminkan kualitas bahan bakar melalui laporan konsumen. Warga dapat menyampaikan keluhan jika menemukan tanda-tanda tidak biasa setelah mengisi bahan bakar, misalnya kendaraan sulit dihidupkan, mesin bergetar tidak normal, konsumsi bahan bakar meningkat tajam, muncul dugaan bensin berkualitas buruk, atau harga jual berbeda dari yang tertera. Masukan tersebut akan diterima dan diproses sesuai peraturan yang berlaku.
Kementerian menyatakan data dari konsumen akan membantu pihak berwenang memantau pasar minyak bumi, terutama pada fase awal penerapan luas bensin E10. Aplikasi ini juga dirancang untuk menjawab kekhawatiran masyarakat yang belum mengetahui SPBU mana yang menyediakan E5 atau E10, dengan fitur penyaringan berdasarkan jenis bahan bakar yang dijual sehingga pengguna dapat lebih cepat menemukan titik penjualan terdekat.
Dalam kaitannya dengan pasokan, kementerian mewajibkan sistem distribusi menyiapkan ketersediaan E5 dan E10 yang cukup di seluruh negeri mulai awal Juni 2026.
Menanggapi kekhawatiran mengenai kualitas E10, Kementerian Perindustrian dan Perdagangan menegaskan bahwa apabila terdapat bukti yang cukup untuk menyimpulkan kerusakan kendaraan disebabkan kualitas bahan bakar, pemasok bahan bakar akan menjadi pihak yang bertanggung jawab utama. Konsumen disarankan menyimpan bukti pembelian dan dokumen terkait serta segera melaporkan setiap anomali.
Baru-baru ini, Wakil Perdana Menteri Pham Gia Tuc juga meminta lembaga terkait untuk terus memantau ketat kualitas bensin E10, memastikan hak-hak konsumen, serta mengungkapkan informasi secara terbuka dan transparan mengenai standar dan kompatibilitas bahan bakar baru tersebut.