Kementerian Keuangan memperingatkan masyarakat mengenai meningkatnya penipuan di ruang digital yang mengatasnamakan lembaga tersebut. Peringatan ini disampaikan seiring tren kemunculan akun media sosial dan situs web palsu yang semakin canggih, memanfaatkan nama dan citra Kementerian Keuangan untuk menipu publik.
Menurut Kementerian Keuangan, pelaku kerap menggunakan reputasi lembaga negara dengan mencatut nama, gambar, hingga menyalin konten dari kanal resmi untuk membangun kepercayaan. Setelah itu, mereka menyebarkan informasi palsu atau program fiktif demi keuntungan pribadi.
Untuk merespons situasi ini, Kementerian Keuangan menyatakan telah menerapkan berbagai langkah komprehensif guna memperkuat keamanan informasi jaringan dan keamanan siber, sekaligus mencegah serta memerangi aktivitas penipuan yang meniru identitas Kementerian Keuangan di dunia maya.
Terkait situs web dan halaman media sosial palsu, Kementerian Keuangan menyebut bahwa setelah menerima laporan mengenai informasi tidak benar, pihaknya berkoordinasi dengan otoritas terkait, termasuk Departemen Keamanan Siber dan Pencegahan Kejahatan Teknologi Tinggi di bawah Kementerian Keamanan Publik, untuk meminta tindakan dan dukungan penghapusan situs berita palsu serta halaman Facebook yang meniru Kementerian.
Kementerian Keuangan juga membagikan informasi berupa daftar nama domain dan alamat IP internet dari sistem informasi yang berada di bawah pengelolaan dan penggunaannya kepada Departemen Keamanan Siber dan Pencegahan Kejahatan Teknologi Tinggi. Langkah ini bertujuan meningkatkan pemantauan serta deteksi dini terhadap risiko keamanan siber.
Dalam upaya deteksi dan pencegahan, lembaga-lembaga terkait meningkatkan pertukaran informasi dan data untuk mengenali tanda awal penipuan. Secara bersamaan, mereka menerapkan langkah teknis untuk meninjau dan memverifikasi, serta mewajibkan platform digital agar segera menghapus konten yang melanggar guna meminimalkan penyebaran informasi keliru.
Kementerian Keuangan menyatakan secara konsisten mempublikasikan peringatan penipuan melalui situs web resminya dan situs unit-unit afiliasinya. Selain itu, Kementerian juga berkolaborasi dengan media untuk memperbarui informasi secara berkala, memperingatkan masyarakat tentang situs palsu dan taktik penipuan baru, serta memberikan panduan cara mengenali dan menghindarinya.
Kementerian Keuangan mengimbau warga agar mengakses informasi hanya melalui saluran resmi, termasuk portal elektronik resmi di https://www.mof.gov.vn/. Kementerian mengingatkan bahwa situs palsu sering menggunakan nama domain yang mirip namun dengan ekstensi berbeda seperti .com, .net, atau .org, atau menambahkan karakter yang tidak lazim. Masyarakat diminta membandingkan alamat situs yang diakses dengan portal resmi Kementerian Keuangan di https://mof.gov.vn/.
Selain itu, masyarakat dan pelaku usaha diminta mewaspadai tanda-tanda tidak biasa, seperti pengumuman bernada “mendesak”, “kesempatan terbatas”, atau janji keuntungan finansial yang tidak lazim. Kementerian menilai pola tersebut merupakan taktik umum untuk menekan psikologis korban agar mengambil keputusan cepat tanpa verifikasi.
Kementerian Keuangan juga menegaskan agar warga dan pelaku usaha tidak melakukan transaksi keuangan atau memberikan informasi pribadi berdasarkan instruksi dari akun media sosial yang tidak dikenal. Jika ragu, masyarakat diminta memverifikasi informasi melalui saluran resmi atau menghubungi otoritas terkait secara langsung.
Wakil Kepala Kantor Kementerian Keuangan, Hoang Minh Tuan, mengatakan Kementerian mendorong masyarakat segera melaporkan situs web yang menunjukkan tanda-tanda palsu agar dapat ditangani cepat oleh pihak berwenang. Ia menekankan peningkatan kesadaran serta pencegahan proaktif dari masyarakat penting untuk menurunkan risiko dan membangun lingkungan informasi yang lebih aman. Saat ini, Kementerian Keuangan juga terus meningkatkan prosedur internal, memperkuat keamanan sistem, dan meningkatkan kapasitas respons terhadap ancaman keamanan siber.