BERITA TERKINI
Kementan dan BRIN Perkuat Kolaborasi Riset untuk Dorong Swasembada dan Hilirisasi Pertanian

Kementan dan BRIN Perkuat Kolaborasi Riset untuk Dorong Swasembada dan Hilirisasi Pertanian

JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkuat kolaborasi strategis dalam riset, inovasi, serta hilirisasi hasil penelitian pertanian. Langkah ini ditujukan untuk mendukung percepatan swasembada pangan sekaligus pengembangan hilirisasi pertanian yang berkelanjutan.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan swasembada tidak hanya bergantung pada peningkatan produksi, tetapi juga efisiensi distribusi, akses teknologi, serta ketersediaan sarana produksi bagi petani. Di sisi lain, hilirisasi dinilai dapat mendorong komoditas pertanian diolah menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi, sehingga meningkatkan pendapatan petani, memperluas pasar, dan mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah.

“Kementerian Pertanian dan BRIN sudah sepakat untuk memperkuat kolaborasi dan sinergi khususnya dalam riset dan hilirisasi hasil riset produk-produk pertanian,” kata Amran di Jakarta, Selasa (9/6).

Penguatan sinergi itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kementan dan BRIN. Melalui kerja sama tersebut, ruang kolaborasi bagi para peneliti diperluas untuk mengembangkan inovasi pertanian yang diharapkan berdampak langsung pada peningkatan produktivitas serta kesejahteraan petani.

Amran menilai kolaborasi Kementan dan BRIN menjadi langkah penting untuk memperkuat fondasi pembangunan pertanian nasional berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi. “Hari ini alhamdulillah ini pertemuan yang sangat bersejarah. Melalui kesepakatan ini, insya Allah periset BRIN kita dorong dan kita semangati untuk bisa memberikan kontribusinya dalam pembangunan pertanian dan pencapaian swasembada pangan secara lebih konkret lagi,” ujarnya.

Menurut Amran, kerja sama ini juga menjadi payung untuk mempercepat lahirnya inovasi dan teknologi pertanian yang mampu menjawab tantangan sektor pangan nasional, mulai dari peningkatan produksi hingga adaptasi terhadap perubahan iklim. Ia menambahkan, para peneliti BRIN dapat bekerja di fasilitas milik Kementan agar kolaborasi, komunikasi, dan sinergi antarlembaga semakin kuat.

“Para periset kita bisa bekerja di mana pun di fasilitas yang dimiliki oleh Kementerian Pertanian sehingga kolaborasi, komunikasi, dan sinergitas antara Pertanian dan BRIN semakin kuat. Tujuannya satu, yaitu memberikan dukungan untuk tercapainya ketahanan pangan,” katanya.

Amran menegaskan ketahanan pangan tidak hanya mencakup komoditas padi, tetapi juga hortikultura, perkebunan, peternakan, serta berbagai subsektor lain yang menopang ketersediaan pangan nasional.

Sebagai bentuk dukungan terhadap kolaborasi ini, Kementan membuka akses bagi peneliti BRIN untuk memanfaatkan laboratorium, balai penelitian, dan fasilitas Kementerian Pertanian di seluruh Indonesia. Amran menyebut seluruh laboratorium dan Kantor Unit Pelaksana Teknis Kementan yang berada di 38 provinsi dapat digunakan oleh para peneliti BRIN.