BERITA TERKINI
Kemenhut Luncurkan Aplikasi “Ayo Ke Taman Nasional” untuk Integrasi E-Ticketing dan Kendalikan Overtourism

Kemenhut Luncurkan Aplikasi “Ayo Ke Taman Nasional” untuk Integrasi E-Ticketing dan Kendalikan Overtourism

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) RI meluncurkan aplikasi e-ticketing terpadu “Ayo Ke Taman Nasional” (AKTN) sebagai bagian dari upaya digitalisasi layanan publik di sektor konservasi. Melalui platform ini, Kemenhut juga menargetkan pengendalian risiko kelebihan kapasitas pengunjung (overtourism) serta perbaikan tata kelola wisata alam di Indonesia.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan, aplikasi tersebut dikembangkan oleh Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) untuk mengintegrasikan sistem pemesanan tiket di seluruh Taman Nasional (TN), Taman Wisata Alam (TWA), dan Suaka Margasatwa (SM). Sebelumnya, sistem pemesanan tiket dinilai masih tersebar dan sebagian dilakukan secara manual.

“Aplikasi ini diharapkan memudahkan masyarakat dalam membeli tiket sekaligus memperoleh informasi secara cepat dan sederhana,” kata Raja Juli Antoni saat membuka Indonesia Outdoor Festival (INDOFEST) 2026 di Jakarta International Convention Center, Kamis (4/6/2026).

Selain mendukung pembayaran nontunai melalui QRIS dan transfer bank, AKTN dilengkapi fitur pemantauan jumlah pengunjung secara real time. Menurut Kemenhut, fitur ini memungkinkan pengelola kawasan mengontrol daya dukung lingkungan agar keseimbangan antara kenyamanan wisatawan dan kelestarian ekosistem tetap terjaga.

Dari sisi tata kelola keuangan, sistem digital ini juga diarahkan untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas. Seluruh transaksi tercatat otomatis sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan disebutkan langsung disetorkan ke kas negara.

Untuk mengakses layanan, masyarakat dapat mengunduh aplikasi AKTN melalui Google Play Store bagi pengguna Android, mengakses portal resmi untuk pengguna iOS, atau melakukan pembelian di lokasi melalui kios tiket digital (e-kiosk) yang tersedia di pintu masuk kawasan.

Sebelum peluncuran resmi, AKTN telah diuji coba di sejumlah destinasi, antara lain TN Gunung Merbabu, TN Gunung Merapi, TN Baluran, TN Alas Purwo, TN Gunung Halimun Salak, TWA Kawah Ijen, TWA Telogo Warno, TWA Grojogan Sewu, TN Kerinci Seblat, TN Betung Kerihun Danau Sentarum, TN Bunaken, TN Wakatobi, dan TN Kelimutu.

Dengan hasil uji coba yang dinilai positif, Kemenhut menargetkan implementasi penuh sistem e-ticketing ini di seluruh kawasan konservasi Indonesia pada akhir 2026. Ke depan, pengembangan AKTN disebut akan mencakup perluasan akses ke App Store, penguatan keamanan data, serta penambahan fitur seperti pemandu wisata lokal, reschedule, refund, hingga konsep gamification bagi pengunjung.