BERITA TERKINI
Kemenag DKI Dorong EWS Sirukun untuk Deteksi Dini Potensi Konflik Keagamaan

Kemenag DKI Dorong EWS Sirukun untuk Deteksi Dini Potensi Konflik Keagamaan

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) DKI Jakarta, Adib, menekankan pentingnya sistem pencegahan dini konflik keagamaan melalui aplikasi Early Warning System (EWS) Sirukun. Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi Verifikator dan Viewer Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) yang digelar secara hybrid.

Adib menyampaikan, potensi konflik keagamaan perlu dideteksi sejak awal agar dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi konflik terbuka. Menurutnya, sistem peringatan dini memiliki peran strategis dalam menjaga harmoni sosial karena mencakup seluruh umat beragama, tidak hanya kelompok tertentu. “Sistem early warning ini sangat penting dalam menjaga harmoni sosial,” ujarnya pada Rabu (25/2).

Dalam kesempatan itu, Adib mengapresiasi PKUB yang terus berinovasi mengembangkan EWS Sirukun sebagai instrumen deteksi dan pencegahan konflik. Ia juga menyambut penunjukan Provinsi DKI Jakarta sebagai lokasi pilot project implementasi aplikasi tersebut. Dengan posisinya sebagai barometer nasional, Jakarta diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain.

Adib menambahkan, keberhasilan aplikasi ini bergantung pada optimalisasi peran seluruh unsur dalam sistem, mulai dari inputer, viewer, hingga verifikator. Ia juga menyoroti peran penyuluh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh agama yang dinilai vital dalam memberikan informasi awal terkait potensi konflik di masyarakat.

Selain itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pencegahan konflik keagamaan. Menurut Adib, upaya tersebut tidak cukup hanya dilakukan oleh Kementerian Agama, melainkan memerlukan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan karena kerukunan umat beragama merupakan program prioritas nasional.

Ia mengajak kementerian dan lembaga lain, aparat keamanan, pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, serta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) untuk turut terlibat. Sinergi lintas sektor tersebut diharapkan dapat memperkuat efektivitas EWS Sirukun dalam mencegah kerusuhan sosial yang berkaitan dengan agama.