Banyak kebiasaan digital sehari-hari yang kerap dilakukan tanpa disadari ternyata dapat membuat perangkat lebih cepat rusak sekaligus meningkatkan risiko menjadi sasaran kejahatan siber. Mulai dari abai memperbarui sistem, menganggap remeh peringatan keamanan, hingga tersambung ke jaringan WiFi sembarangan, kebiasaan-kebiasaan ini dapat membuka celah berbahaya.
Merujuk rangkuman KompasTekno dari Forbes Tech Council, para pemimpin IT menyoroti sejumlah kebiasaan yang sebaiknya dihentikan. Berikut beberapa di antaranya.
Meninggalkan perangkat tanpa dikunci
Meninggalkan ponsel, tablet, atau laptop dalam keadaan tidak terkunci meski hanya sebentar sering dianggap sepele. Padahal, orang di sekitar dapat mengakses data pribadi, aplikasi perbankan, hingga akun media sosial dalam waktu singkat.
Mengabaikan perawatan perangkat dan keamanan sistem
Meremehkan perawatan rutin perangkat dan mengabaikan pengaturan keamanan dasar juga menjadi kesalahan yang umum. Kelalaian ini dapat berujung pada perangkat lebih cepat rusak, kebocoran data pribadi, hingga kerugian finansial yang tidak terduga.
Tidak teliti memeriksa e-mail dan pesan masuk
Serangan siber lewat e-mail dan pesan singkat disebut semakin canggih dan sulit dibedakan dari komunikasi resmi. Karena itu, pesan yang meminta perubahan kata sandi, kode OTP, atau informasi pribadi perlu diperiksa dengan sangat teliti sebelum ditanggapi.
Menunda pembaruan sistem
Menunda pembaruan sistem operasi dan aplikasi di ponsel maupun laptop dinilai berisiko tinggi. Pembaruan perangkat lunak biasanya membawa tambalan keamanan untuk celah terbaru yang ditemukan peneliti. Menundanya berarti membiarkan perangkat tetap rentan terhadap ancaman yang sudah diketahui peretas.
Tidak melindungi perangkat secara fisik
Banyak orang membawa laptop atau ponsel ke berbagai tempat tanpa perlindungan memadai. Lonjakan listrik, benturan, atau paparan panas berlebih dapat merusak perangkat secara permanen. Penggunaan pelindung tegangan listrik, menyimpan laptop dalam tas berbantalan, serta tidak meninggalkan perangkat tanpa pengawasan di tempat umum atau di dalam mobil yang terparkir menjadi langkah pencegahan yang disarankan.
Mengunduh aplikasi dan software tidak resmi
Mengunduh aplikasi dari sumber yang tidak terpercaya atau mengunjungi situs web berbahaya dapat membuka jalan masuk malware. Dampaknya bisa berupa pencurian data pribadi, pemantauan aktivitas pengguna, hingga pengurasan rekening bank. Karena itu, pengguna disarankan mengunduh aplikasi hanya dari toko resmi seperti Google Play Store atau App Store, serta menghindari tautan mencurigakan dari pengirim yang tidak dikenal.
Menggunakan password lemah dan tidak mengaktifkan autentikasi dua faktor
Kata sandi yang mudah ditebak, seperti tanggal lahir atau nama lengkap, terlebih jika digunakan untuk banyak akun sekaligus, disebut sebagai kombinasi berbahaya yang membuat akun lebih mudah dibobol. Risiko ini juga meningkat ketika pengguna tidak mengaktifkan autentikasi dua faktor.