Siswi asal Indonesia, Kayla, meraih pendanaan riset internasional melalui program Global Youth Action Fund Grant 2026 senilai USD2.500. Hibah tersebut diperolehnya berkat inovasi perban luka ramah lingkungan yang dikembangkan dengan memanfaatkan bahan dasar selulosa sebagai solusi medis berkelanjutan dengan dampak polusi yang minimal.
Pencapaian ini disebut mempertegas potensi talenta muda Indonesia di bidang riset. Prestasi Kayla juga disandingkan dengan catatan BINUS SCHOOL Simprug, yang menyebut 90 persen lulusan Angkatan 2026 diterima di berbagai universitas ternama global.
Selama menempuh pendidikan, Kayla menyampaikan bahwa ia mendapatkan ruang untuk mengeksplorasi minat dan bakat secara luas. Selain menekuni akademik, ia aktif mengikuti kegiatan seni, termasuk klub menyanyi dan tari tradisional. Ia menilai pendampingan yang diterima sejak taman kanak-kanak hingga SMA turut membentuk karakternya, sekaligus membantunya menyeimbangkan hobi dengan tuntutan akademik.
Inovasi perban luka berbasis selulosa yang dikembangkan Kayla menjadi faktor yang membuatnya dilirik oleh penyedia dana hibah internasional. Proyek tersebut juga dinilai tidak hanya menonjol dari sisi sains, tetapi memiliki potensi dampak sosial bagi masyarakat pada masa depan.
Dalam perjalanannya, Kayla pernah mempresentasikan risetnya di India pada sebuah konferensi internasional di The NorthCap University. Di lingkungan sekolah, ia juga tercatat aktif dalam kepemimpinan, antara lain pernah menjabat sebagai Presiden OSIS serta Deputy Secretary-General dalam kegiatan Model United Nations.
Dengan bekal pengalaman riset dan organisasi, Kayla kini bersiap melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Ia membawa misi untuk terus mengembangkan solusi praktis melalui pendekatan ilmu pengetahuan modern, khususnya yang mendukung keberlanjutan lingkungan.