Jepang dan Amerika Serikat menyepakati pembentukan kemitraan senilai total 1 miliar dolar AS untuk mempromosikan aplikasi kecerdasan buatan (AI). Dalam kesepakatan ini, kedua negara akan masing-masing menginvestasikan 500 juta dolar AS selama lima tahun.
Jepang menjadi mitra internasional pertama dalam Misi Genesis, sebuah inisiatif yang diluncurkan Presiden AS Donald Trump. Melalui kemitraan tersebut, ilmuwan dari kedua negara bersama lembaga penelitian terkemuka akan mempererat kolaborasi dalam pengembangan teknologi baru, termasuk komputasi kuantum dan sistem laboratorium otonom.
Proyek bersama ini akan dipimpin oleh Kementerian Sains dan Industri Jepang serta Departemen Energi AS. Dalam konferensi pers, Wakil Menteri Sains AS Dario Gil menyatakan kerja sama itu ditujukan untuk memperkuat posisi kedua negara sebagai pemimpin global di bidang teknologi dan membentuk kepemimpinan teknologi pada abad ke-21.
Kemitraan ini juga disebut akan membuka akses bagi Jepang terhadap sumber daya ilmiah dan teknologi AS, termasuk sistem superkomputer paling maju.
Kesepakatan tersebut berlangsung di tengah persaingan teknologi yang kian ketat antara AS dan Tiongkok. Pada November 2025, Presiden Trump meluncurkan misi nasional yang menargetkan penggandaan produktivitas ilmiah Amerika dalam 10 tahun dengan memanfaatkan AI.
Misi itu mencakup 26 tantangan sains dan teknologi, mulai dari eksplorasi algoritma AI kuantum dan upaya mengamankan kepemimpinan AS dalam pusat data, hingga pemanfaatan sumber energi bawah tanah strategis serta perlindungan material nuklir dari ancaman proliferasi senjata nuklir.