BERITA TERKINI
JAM Street Perkenalkan Layanan di Serang Lewat Konvoi, Tawarkan Tarif Promo Rp 1

JAM Street Perkenalkan Layanan di Serang Lewat Konvoi, Tawarkan Tarif Promo Rp 1

Aplikasi transportasi online dan ekosistem digital JAM Street mulai memperkuat kehadirannya di Provinsi Banten. Penguatan eksistensi itu ditandai dengan kegiatan konvoi yang diikuti sekitar 200 pengemudi di Kota Serang, sebagai upaya memperkenalkan layanan kepada masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan UMKM lokal.

Konvoi mengambil rute dari kantor pusat JAM Street menuju Alun-alun Kota Serang, Stadion Maulana Yusuf, Polda Banten, Cipocok Jaya, lalu kembali ke titik awal.

Head Operasional JAM Street, Evan William, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk deklarasi bahwa JAM Street telah hadir dan beroperasi di Kota Serang maupun wilayah Banten. “Kami ingin memberitahukan kepada masyarakat bahwa JAM Street sudah eksis di Kota Serang dan Banten. Konvoi ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan layanan kami secara lebih luas,” ujarnya, Rabu (3/6).

Evan menjelaskan, aplikasi yang telah beroperasi selama lebih dari tiga bulan itu saat ini memiliki sekitar 12.000 pengguna aktif. JAM Street juga didukung sekitar 800 pengemudi roda dua dan lebih dari 80 pengemudi mobil.

Menurut Evan, JAM Street hadir sebagai aplikasi multifungsi. Selain layanan transportasi daring, aplikasi ini juga memuat layanan lain, termasuk warung, kuliner, serta PPOB untuk pembayaran tagihan, pembelian pulsa, dan token listrik. Ia menyebut pengguna juga dapat berperan sebagai pelanggan sekaligus pengemudi.

Untuk menarik minat masyarakat, JAM Street menghadirkan promo tarif khusus sebesar Rp 1 untuk perjalanan hingga empat kilometer. “Dari sisi pengguna, tarifnya hanya Rp 1 untuk jarak sampai empat kilometer. Sementara untuk driver, pendapatan tetap diterima secara penuh,” kata Evan.

JAM Street juga menerapkan potongan komisi sebesar 5 persen bagi pengemudi. Skema tersebut diklaim lebih ringan dibandingkan sejumlah platform transportasi online lainnya.

Selain layanan yang sudah berjalan, Evan menyampaikan perusahaan tengah menyiapkan pengembangan fitur baru, mulai dari layanan bisnis ke bisnis (B2B), fitur kesehatan berbasis tantangan kebugaran, hingga pengembangan aset digital berbasis kripto yang disebut akan diperkenalkan dalam waktu dekat. Ia mengatakan fitur kesehatan dirancang untuk mendorong pola hidup sehat melalui tantangan olahraga, dengan reward bagi pengguna yang menyelesaikan challenge.

Direktur Operasional JAM Street, Mochtar Karim Wenno, menyatakan kehadiran platform tersebut diharapkan memberi manfaat bagi masyarakat Banten, khususnya pengemudi, konsumen, dan pelaku UMKM. “JAM Street lahir dari Banten untuk Indonesia. Kami ingin menghadirkan perubahan yang bermanfaat bagi masyarakat dan menciptakan ekosistem digital yang saling menguntungkan,” katanya.

Salah seorang pengemudi, Ida Farida, mengaku tertarik bergabung karena potongan komisi yang dinilai lebih kecil dibandingkan platform lain. “Potongannya hanya 5 persen. Itu sangat berpengaruh terhadap pendapatan kami sebagai driver,” ujarnya. Ia juga menyebut adanya program bonus dan insentif bagi mitra pengemudi.

JAM Street merupakan ekosistem digital yang mengintegrasikan berbagai layanan dalam satu aplikasi, mulai dari transportasi, pesan-antar makanan, belanja kebutuhan harian, layanan kurir, hingga pembayaran digital.