JAKARTA – Di tengah mobilitas kerja yang semakin tinggi, pengelolaan perjalanan dinas masih menjadi tantangan operasional bagi banyak perusahaan. Proses pemesanan kendaraan, persetujuan atasan, pencatatan biaya, hingga pelaporan kerap dilakukan secara manual atau tersebar di berbagai sistem.
Kondisi tersebut dinilai berpotensi memicu ketidakefisienan, keterlambatan, serta menambah beban administrasi bagi tim operasional maupun keuangan. Direktur Utama PLN Icon Plus, Chipta Perdana, menyampaikan iTransport hadir sebagai solusi digital untuk mengelola perjalanan dinas secara terintegrasi dalam satu aplikasi.
Melalui platform ini, pemesanan kendaraan dapat dilakukan secara digital dengan fitur penjadwalan, riwayat pemesanan, serta sistem persetujuan yang terdokumentasi. Dengan alur yang terpusat, proses dinilai menjadi lebih transparan dan mudah dipantau.
Selain itu, iTransport mendukung beberapa pilihan penggunaan kendaraan, mulai dari kendaraan kantor, kendaraan daring, hingga sistem pool kendaraan. Opsi tersebut memungkinkan perusahaan menyesuaikan kebutuhan mobilitas secara lebih fleksibel.
Platform ini juga dilengkapi fitur pelaporan otomatis yang ditujukan untuk membantu manajemen memantau frekuensi penggunaan, efisiensi rute, serta pengendalian biaya perjalanan secara real-time. “Dengan pendekatan berbasis aplikasi, iTransport mendorong budaya kerja yang lebih tertib, terukur, dan efisien,” kata Chipta dalam keterangannya, Rabu (25/2/2026).
Menurut dia, digitalisasi perjalanan dinas bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan untuk mendukung tata kelola perusahaan yang modern. “Melalui solusi seperti iTransport, pengelolaan mobilitas kerja dapat berjalan lebih sistematis, transparan, dan selaras dengan transformasi digital perusahaan,” ujarnya.