BERITA TERKINI
IPOT Buka Akses Gratis Aplikasi untuk Nasabah Sekuritas Lain, Tawarkan Data Trading Real Time

IPOT Buka Akses Gratis Aplikasi untuk Nasabah Sekuritas Lain, Tawarkan Data Trading Real Time

Di tengah meningkatnya volatilitas pasar saham Indonesia pada awal 2026, isu keterbatasan akses investor ritel terhadap data perdagangan real time kembali mencuat. Salah satu data yang dinilai krusial namun belum banyak diakses investor ritel adalah antrian order saham secara langsung, yang dapat menunjukkan tekanan beli dan jual yang sedang terjadi.

Chief Marketing Officer (CMO) PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Sergio Ticoalu, menyatakan banyak investor masih mengambil keputusan transaksi berdasarkan broker summary yang tertunda hingga 16 jam. Menurutnya, kondisi ini membuat investor tidak mengetahui pihak yang sedang mengantre beli atau jual, sehingga sulit membaca dinamika pasar saat itu juga.

“Dan penyebabnya bukan kurangnya kemampuan investor. Penyebabnya adalah keterbatasan infrastruktur teknologi di sekuritas tempat mereka bergabung yang tidak dapat menghadirkan teknologi trading dengan fitur real time,” ujar Sergio dalam keterangannya yang dikutip Rabu (15/4/2026).

Sergio menilai sebagian perusahaan sekuritas belum mampu menghadirkan fitur seperti Live Orderbook dan indikator trading real time kepada nasabah. Ia menyebut sejumlah faktor yang kerap menjadi kendala, mulai dari keterbatasan infrastruktur sistem, besarnya biaya investasi teknologi, hingga tidak adanya dukungan tim riset institusi.

Dampaknya, investor disebut tidak dapat memantau antrian order yang berjalan, kesulitan membaca akumulasi atau distribusi yang sedang berlangsung, dan tidak mengetahui tekanan beli atau jual secara real time. Akibatnya, keputusan transaksi lebih banyak bertumpu pada data historis, bukan kondisi pasar yang bergerak dinamis.

“Akibatnya investor masuk di puncak, keluar di dasar bukan karena salah analisa, tetapi karena salah infrastruktur,” ucapnya. Ia menambahkan, “Ini bukan promosi. Ini adalah pernyataan sikap IPOT bahwa keterbatasan teknologi di sekuritas lain tidak boleh menjadi hukuman bagi investor retail Indonesia yang ingin trading dengan benar.”

Dalam keterangannya, Sergio mengatakan IPOT memutuskan membuka akses infrastruktur teknologinya untuk digunakan secara gratis. Ia menyebut infrastruktur tersebut dibangun dengan investasi besar dan telah melayani dana kelolaan sebesar Rp312 triliun.

IPOT menyatakan aplikasi IPOT kini dapat diunduh dan digunakan secara gratis oleh nasabah sekuritas mana pun tanpa kewajiban transfer dana dan tanpa syarat pindah broker. Sejumlah fitur yang ditawarkan mencakup Live Orderbook (order real time) serta LADI (Live Accumulation Distribution Indicator), yang disebut membaca akumulasi dan distribusi secara live saat jam bursa.

Selain itu, IPOT juga menghadirkan fitur HAKA/HAKI (Hit Action Buy/Sell) untuk mendeteksi tekanan beli dan jual secara real time, serta AI Live: Most Active Stocks untuk mengidentifikasi saham yang paling aktif bergerak berbasis data aktual. Fitur lain yang disebutkan adalah Profit/Loss Broker Harian untuk melihat broker yang sedang untung, rugi, akumulasi, atau distribusi setiap hari trading, serta IPOT Views yang digambarkan sebagai riset kelas asset management yang sebelumnya hanya dapat diakses institusi besar.

Sergio menyatakan keputusan ini didasari pandangan bahwa investor ritel tidak kalah karena kurang kemampuan, melainkan karena keterbatasan akses terhadap alat dan teknologi real time. Ia juga menilai tidak semua investor dapat berpindah sekuritas dengan mudah karena rekening yang sudah aktif, portofolio yang masih terbuka, atau saham yang masih dipegang.

“Memaksa mereka pindah bukan solusi yang adil. Maka solusinya adalah: bawa infrastruktur IPOT kepada mereka, bukan paksa mereka datang ke IPOT,” tutur Sergio.