BERITA TERKINI
Investasi Syariah Kian Dilirik 2026: Pilihan Aset Makin Luas, Investor Diminta Cermat Memilih Aplikasi Berizin

Investasi Syariah Kian Dilirik 2026: Pilihan Aset Makin Luas, Investor Diminta Cermat Memilih Aplikasi Berizin

Aplikasi investasi syariah kian menjadi perhatian seiring meningkatnya minat masyarakat Muslim untuk berinvestasi sesuai prinsip syariat Islam. Platform digital ini pada dasarnya menyediakan akses ke instrumen investasi yang disaring agar terbebas dari unsur riba, gharar (ketidakpastian berlebih), dan maysir (judi), serta berfokus pada aset dari sektor bisnis yang dinilai halal.

Meski Indonesia merupakan negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, penetrasi investasi syariah dinilai masih jauh dari potensi. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per 2025 mencatat total 20,32 juta SID (Single Investor Identification) terdaftar di pasar modal Indonesia, namun hanya sebagian kecil yang aktif memanfaatkan instrumen berbasis syariah. Di sisi lain, pilihan produk syariah terus bertambah, mulai dari saham syariah yang tercantum dalam Daftar Efek Syariah (DES), reksa dana syariah, hingga emas yang memiliki pijakan kuat dalam fiqih muamalah.

Salah satu hambatan yang kerap disebut bukan soal keyakinan, melainkan akses. Sejumlah investor Muslim masih mencari aplikasi investasi yang dinilai terpercaya, efisien dari sisi biaya, mudah digunakan, dan mampu mengakomodasi beragam kelas aset syariah dalam satu ekosistem.

Apa yang dimaksud aplikasi investasi syariah?

Aplikasi investasi syariah adalah platform digital yang menyediakan instrumen investasi yang memenuhi kriteria kehalalan berdasarkan prinsip ekonomi Islam. Rujukan yang digunakan umumnya mengacu pada fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) dan regulasi OJK.

Secara umum, terdapat tiga prinsip utama yang menjadi penyaring dalam investasi syariah. Pertama, bebas riba, yakni instrumen tidak menghasilkan imbal hasil berbasis bunga. Kedua, bebas gharar, artinya transaksi harus jelas, transparan, dan tidak mengandung ketidakpastian yang merugikan, termasuk adanya underlying asset yang nyata. Ketiga, bebas maysir, yakni investasi tidak bersifat spekulatif murni tanpa nilai dasar yang jelas.

Dalam konteks pasar modal Indonesia, OJK menerbitkan Daftar Efek Syariah (DES) secara berkala sebagai acuan saham-saham yang telah lolos penyaringan syariah.

Mengapa investasi syariah dinilai makin relevan pada 2026?

Sejumlah faktor disebut mendorong meningkatnya relevansi investasi syariah pada 2026. Di antaranya pertumbuhan kelas menengah Muslim yang semakin melek investasi, serta meningkatnya permintaan terhadap produk yang selaras dengan nilai yang diyakini.

Selain itu, ekosistem produk dinilai semakin matang. DES OJK memuat ratusan saham dari berbagai sektor, varian reksa dana syariah terus bertambah, dan emas kini dapat diakses secara digital. Dari sisi kinerja, indeks saham syariah seperti JII (Jakarta Islamic Index) dan ISSI (Indeks Saham Syariah Indonesia) disebut memiliki performa historis yang kompetitif dibanding indeks konvensional, terutama pada periode pemulihan pasar. OJK juga disebut aktif mendorong pengembangan keuangan syariah melalui peta jalan industri jasa keuangan nasional.

Kelas aset yang umum digunakan dalam investasi syariah

1) Saham syariah (DES OJK)

Saham syariah merupakan saham emiten yang kegiatan usahanya tidak bertentangan dengan prinsip syariah. OJK menerbitkan DES dua kali setahun (Mei dan November). Dalam kriteria yang disebutkan, rasio utang berbasis bunga terhadap total aset tidak melebihi 45%, serta pendapatan non-halal tidak melebihi 10% dari total pendapatan. Sektor seperti perbankan konvensional, rokok, minuman beralkohol, dan perjudian termasuk yang dikecualikan.

2) Reksa dana syariah

Reksa dana syariah dikelola sesuai prinsip syariah dan berada di bawah pengawasan Dewan Pengawas Syariah (DPS). Produk ini kerap menjadi opsi bagi investor pemula karena pengelolaan portofolio dilakukan oleh manajer investasi, dengan ketentuan penempatan dana hanya pada instrumen yang memenuhi kriteria syariah. Variannya meliputi reksa dana saham syariah, reksa dana pendapatan tetap syariah (sukuk), dan reksa dana pasar uang syariah.

3) Emas digital

Emas kerap disebut sebagai aset investasi yang status kehalalannya jelas. Fatwa DSN-MUI No. 77/DSN-MUI/VI/2010 mengatur jual beli emas secara tidak tunai. Dalam praktik emas digital, investor diminta memperhatikan mekanisme kepemilikan dan penyimpanan, termasuk perbedaan sistem allocated (emas fisik benar-benar ada dan disimpan atas nama investor) dan unallocated. Emas juga sering dipandang sebagai aset lindung nilai di tengah volatilitas pasar.

4) Logam lain: perak (silver) dan tembaga

Selain emas, perak dan tembaga disebut sebagai komoditas riil yang dapat dipertimbangkan untuk diversifikasi. Perak memiliki sejarah panjang sebagai alat tukar dan simpanan nilai, sedangkan tembaga dipandang sebagai komoditas industri yang terkait kebutuhan infrastruktur dan transisi energi. Keduanya disebut memiliki underlying komoditas yang jelas.

Pluang dan opsi multi-aset untuk investor syariah

Dalam daftar platform yang dibahas, Pluang disebut sebagai salah satu aplikasi investasi yang menawarkan ekosistem multi-aset. Disebutkan aplikasi ini telah digunakan lebih dari 13 juta pengguna dan menyediakan akses ke lebih dari 2.000 produk investasi, termasuk saham Indonesia (IDX), saham dan ETF Amerika, logam mulia (emas, silver, tembaga), reksa dana, serta aset lain seperti crypto dan produk derivatif tertentu.

Untuk kebutuhan yang disebut “syariah-friendly”, Pluang diklaim menyediakan akses ke ratusan saham yang dapat disesuaikan dengan DES OJK, reksa dana termasuk reksa dana syariah, serta emas digital yang dapat dimulai dari Rp10.000. Platform ini juga disebut menyediakan fitur penyaringan saham (stock screener) untuk membantu pengguna memfilter emiten berdasarkan sektor.

Dalam perbandingan fitur yang dicantumkan, Pluang disebut memiliki fitur emas digital serta akses silver dan tembaga—fitur yang tidak dicantumkan pada beberapa aplikasi sekuritas lain dalam tabel. Tabel yang sama juga menyebut adanya promo biaya trading 0% untuk saham Indonesia di Pluang, serta klaim tanpa minimum deposit.

Catatan risiko dan kepatuhan

Meski berada dalam pengawasan regulator, seluruh instrumen investasi tetap mengandung risiko pasar dan harga dapat berfluktuasi. Investor disarankan menyesuaikan pilihan instrumen dengan profil risiko. Untuk memastikan kepatuhan syariah, investor diminta merujuk pada Daftar Efek Syariah OJK untuk saham dan prospektus reksa dana syariah dari manajer investasi terkait.

Disebutkan pula bahwa Grup Pluang berizin dan diawasi oleh OJK, Bappebti, dan/atau Bank Indonesia dalam menyediakan produk dan layanan tertentu.

Tips memilih aplikasi investasi syariah

Sejumlah hal yang disarankan untuk diperhatikan meliputi kelengkapan izin regulator, ketersediaan instrumen syariah secara spesifik (misalnya akses ke DES atau filter), cakupan aset untuk diversifikasi, struktur biaya, serta ketersediaan fitur analisis seperti stock screener, charting, dan data fundamental.

Penutup

Dengan pilihan instrumen yang semakin luas pada 2026—mulai dari saham syariah, reksa dana syariah, hingga logam mulia—investor Muslim memiliki lebih banyak alternatif untuk membangun portofolio yang selaras dengan prinsip syariah. Di tengah banyaknya opsi, aspek legalitas, transparansi, biaya, serta kemudahan akses menjadi faktor yang ditekankan agar keputusan investasi tetap terukur.