Iran dilaporkan melancarkan serangan rudal ke wilayah yang diduduki Israel pada Minggu (07/08), di tengah kesepakatan gencatan senjata. Pihak Israel menyatakan sejumlah rudal ditembakkan ke wilayah utara, memicu bunyi sirene peringatan serangan udara di beberapa area serta pengaktifan sistem pertahanan Iron Dome.
Perkembangan ini kembali meningkatkan ketegangan di Timur Tengah. Di dalam negeri, warga Iran yang baru saja kembali mendapatkan akses internet setelah pemadaman massal, mulai khawatir akses mereka akan kembali diputus. Salah satu pengguna di platform X menulis bahwa sumber terdekatnya menyebut Iran kembali memblokir akses internet.
Sejumlah akun pemantau situasi geopolitik juga mengabarkan adanya pembatasan akses internet di Iran, terutama di wilayah yang disebut menjadi sumber serangan. Selain isu internet, Iran juga dilaporkan mulai memberlakukan pelarangan penerbangan di Tehran seiring memanasnya situasi.
Serangan ke Israel ini terjadi tidak lama setelah akses internet di Iran kembali normal. Sebelumnya, negara itu melakukan pemadaman internet hampir tiga bulan di seluruh wilayah, sehingga warga tidak dapat mengakses ruang digital.
Hingga kini belum ada informasi resmi apakah pembatasan atau pemadaman internet kali ini akan berlaku secara nasional atau hanya di area sekitar lokasi serangan.
Serangan tersebut disebut sebagai serangan perdana Iran terhadap kawasan itu sejak kesepakatan gencatan senjata pada April. Meski dianggap melanggar perjanjian, Iran menyatakan serangan udara terhadap Israel merupakan respons atas serangan udara Israel di Beirut, Lebanon, dalam beberapa waktu terakhir. Iran juga menilai Israel telah melampaui sejumlah batasan yang disepakati untuk menjaga situasi pascagencatan senjata.